Sebuah bukit kapur? Atau gundukan tanah yang besar dan melebar? Entahlah, apapun itu, 'pemandangan' itu menjadi santapan sehari- hari bagi kami setiap membuka pintu rumah.
Salah satu alasan kami mengambil rumah yang kami tempati sekarang adalah karena di depan rumah tidak ada rumah tetangga yang berhadapan langsung dengan rumah kami. Tidak nyaman rasanya jika kami membuka pintu dan melihat tetangga sedang beraktifitas di seberang rumah.
Seperti pada perumahan umumnya, rumah antar warga akan diatur berjejer dan berhadapan. Dan rumah yang kami tempati sekarang ini berada di pinggir batas perumahan, jadi di seberang rumah kami dibangun pagar pembatas perumahan.
Kemudian saya sengaja berjalan- jalan pagi bersama kedua anak saya, hanya untuk memfoto daerah disekitar rumah demi memenuhi tantangan ini.
Ini adalah taman di pusat perumahan tempat tinggal saya, Nusabatam.
Kalau sore, warga Nusabatam, khususnya ibu- ibu beserta anak- anaknya akan berkumpul di taman ini.
Dan saat itu pedagang bakso tusuk (baca: pentol) akan berhenti di salah satu tempat di taman ini, lalu langsung dikerubungi pembeli.
Kurangnya kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, menyebabkan taman kebanggaan warga Nusabatam ini menjadi kotor dan tidak nyaman dilihat. Sungguh sangat disayangkan.
Cuaca pagi ini cerah sekali, udara segar karena semalam diguyur hujan.
Karena topiknya hanya sekitaran tempat tinggal, jadi hanya sampai disini hasil bidikan kamera HP saya, yang memotret daerah sekitar perumahan tempat tinggal saya. Perumahan Nusabatam, Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau.




wah riau. saya pengen kesana juga mba. belum pernah menjajaki bumi sumatera.
BalasHapussalam buat adik kecilnya ya mba :)
kalau ada waktu bisa visit ke blog saya juga, http://rainbowmaniswriting.blogspot.com/ :D