Rabu, 31 Juli 2013
Selamat Datang ke Dunia, Putri Kecilku
Sabtu, 27 Juli 2013
Tutup usia
Jumat, 26 Juli 2013
Keluarga maya ku
Kamis, 25 Juli 2013
Ramadhan pertama Aria
Sebelum masuk Ramadhan, saya dan suami sepakat kalau tahun ini Aria sudah waktunya diajari puasa. Jadi sebelum memasuki bulan Ramadhan, kami menjelaskan segala hal tentang puasa kepada Aria, tentu saja dengan penjelasan yang sesuai kapasitas anak-anak seusianya.
Ramadhan hari pertama...
Malam hari sebelum sahur, saya dan suami sudah memberikan penjelasan kalau nanti kami akan membangunkannya untuk makan sahur bersama.
Aria mengiyakan. Tapi nyatanya, sahur pertama gagal. Aria tidak bisa dibangunkan, dipaksa duduk untuk makan malah menangis meraung-raung.
Kami mengalah dan membiarkannya tidur lagi.
Ramadhan hari kedua...
Malam sebelum sahur, kami memberikan penjelasan yang sama seperti malam sebelumnya, bahwa nanti Aria akan dibangunkan untuk ikut makan sahur bersama.
Strategi yang kami gunakan adalah menyalakan televisi pada channel acara anak-anak favoritnya.
Alhamdulillah strategi kami berhasil.
Aria bangun dan menghabiskan makan sahurnya sambil menonton acara kartun favoritnya.
Karena berhasil bangun saat sahur dan tidur lagi setelah makan, paginya Aria bangun terlambat, tidak mengapa karena Aria masih libur sekolah. Jam 9 pagi Aria baru bangun.
Seperti kebiasaannnya tiap pagi, setiap bangun tidur yang pertama kali dicari Aria adalah susu. Dan dia tidak menemukan segelas susu di tempat biasanya.
Rupanya Aria lupa kalau sedang berpuasa, dan saya menjelaskan lagi soal puasa adalah tidak makan dan tidak minum, jadi tidak ada susu saat sedang berpuasa.
Aria pun menurut.
Jam 11 siang Aria mulai rewel. Haus lah, lapar lah. Dan mulai marah marah.
Dengan tetap menahan emosi karena mendengar keluh kesahnya yang tak kunjung berhenti, sayapun menyuruhnya untuk main bersama teman-temannya diluar atau menonton tv agar dia lupa kalau sedang berpuasa. Aria menolak, dan tetap rewel. Kerewelannya berakhir saat adzan Dhuhur berkumandang.
Setelah puas makan dan minum, saya jelaskan kalau dia akan mulai puasa lagi. Tidak makan dan tidak minum lagi sampai adzan maghrib berkumandang.
Alhamdulillah puasa hari pertama Aria kami nyatakan berhasil, meski masih puasa setengah hari.
Ramadhan hari ketiga...
Masih dengan strategi yang sama saat sahur, dan masih dengan hasil yang sama. Aria berhasil bangun saat sahur dan menghabiskan makan sahurnya sambil menonton tv.
Puasa Aria hari kedua ini cukup aneh.
Aria tidak serewel hari kemarin. Saya pikir karena dia sudah mulai terbiasa puasa. Rupanya tanpa sepengetahuan saya, Aria minum air putih. Bukannya sambil mencuri-curi, tapi dia bersikap biasa saja. Minum dengan santainya.
Saat saya memergoki Aria sedang minum, saya mengingatkannya.
"Aria kok minum?", dia pun melihat saya dengan pandangan aneh.
"Kenapa Aria nggak boleh minun, ma?", tanyanya dengan polos. Ahh rupanya dia lupa kalau sedang berpuasa. Saya pun mengingatkannya kalau saat ini Aria sedang berpuasa, dan dia menurut saat saya melarangnya minum dan mengambil gelas dari tangannya.
Hari itu beberapa kali saya memergoki Aria dengan santainya mengambil gelas dan hendak mengambil air minum dari dispenser. Saya tersenyum saja dan mengingatkannya lagi dan lagi kalau dia sedang berpuasa. Dan Aria pun menurut. Tanpa rewel seperti kemarin.
Saya memberinya kesempatan untuk berbuka saat adzan Dhuhur berkumandang.
Dan hari kedua Aria puasa kami nyatakan setengah berhasil, karena faktor lupa yang terus menerus tadi.
Malam harinya, Aria mengatakan kalau kepalanya pusing, saya pun menyuruhnya tidur lebih awal.
Saat akan membangunkan Aria untuk sahur bersama, saya merasa kalau Aria demam, tubuhnya hangat. Saya pun tidak membangunkannya dan membiarkannya tetap tertidur pulas.
Pagi harinya saya cek lagi ternyata tubuh Aria semakin panas, dia tidak mengijinkan saya untuk mengukur suhunya dengan termometer.
Aria tidak mau makan dan hanya mau minum air putih saja.
Agak siang, Aria minta dibelikan roti, saya pun menurutinya. Baru saja makan beberapa gigit roti, Aria muntah. Agak lama setelah muntah, dia ingin makan roti lagi, setelah beberapa gigitan masuk ke perut, kemudian muntah lagi. Begitu seterusnya.
Saya menjadi bingung dan menyuruhnya untuk tidur saja.
Saya bertanya pada tetangga sebelah soal kejadian sakitnya Aria, dan katanya anaknya pun mengalami hal yang sama saat awal kali belajar puasa dulu. Dia bilang itu karena tubuhnya sedang beradaptasi. Saya menjadi sedikit lega dan tidak lagi panik.
Demam Aria tidak juga turun di hari kedua dan tiap kali habis makan atau minum obat selalu saja muntah. Karena tidak tahan melihat Aria seperti itu, saya pun mengajak suami untuk membawa Aria ke dokter.
Dokter menyatakan Aria menderita radang. Bisa jadi radang tenggorokan atau radang pencernaan.
Alhamdulillah demam Aria berangsur-angsur menurun setelah meminum ibat dari dokter dan tidak lagi muntah.
Aria pun berangsur-angsur pulih, dan saya mengijinkannya untuk tidak berpuasa dulu sampai Aria benar-benar sehat.
Tahun ajaran baru di sekolah Aria pun dimulai. Saat pulang sekolah Aria bercerita kalau ustadzahnya menyuruh semua murid untuk berpuasa, dan Aria meminta untuk kembali berpuasa lagi.
Karena merasa Aria sudah benar-benar sehat, kami pun mengijinkan Aria untuk berpuasa lagi.
Dan kejadian itu terulang lagi.
Setelah dua hari berhasil menyelesaikan puasa setengah harinya, Aria demam dan muntah lagi. Gejalanya persis sama dengan yang sebelumnya.
Saya dan suami pun berdiskusi, meneliti apa- apa saja yang dimakan dan diminum Aria, sehingga menyebabkan dia demam dan muntah. Kami mencari persamaan diantara dua kali Aria sakit itu, dan persamaan itulah yang mungkin menjadi penyebab sakitnya Aria.
Kesimpulan kami adalah pada es dan gorengan yang dikonsumsi Aria saat berbuka puasa.
Kami mengingat-ingat lagi, setiap kali Aria demam, sebelumnya pasti dia berbuka puasa dengan minum es dan makan gorengan. Dan itulah yang mungkin menjadi penyebab radang nya.
Alhamdulillah kini Aria sudah bisa puasa lagi. Meski kadang tidak bangun untuk makan sahur bersama, tapi Aria makan terakhir jam 9 pagi, kemudian puasa sampai adzan maghrib berkumandang.
Tidak ada lagi kerewelan tanpa henti. Tidak ada lagi marah-marah. Yang ada hanya kerewelan yang normal anak-anak seusianya yang sedang belajar berpuasa.
Tidak ada lagi berbuka dengan es dan gorengan untuk Aria.
Sungguh sebuah pelajaran yang sangat berharga dari sebuah kesalahan fatal, saya sebagai orang tua telah memberikan hidangan berbuka yang salah pada anak yang sedang beradaptasi berpuasa.
Saya benar-benar belajar dari kesalahan saya itu, dan Aria pun juga belajar dari sakitnya, dia menurut saat saya melarangnya minum es dan gorengan, takut muntah lagi katanya.
Karena kerewelan Aria jugalah saya jadi belajar untuk tidak terpancing meluapkan emosi pada anak yang sedang belajar berpuasa dan butuh banyak bimbingan serta teladan yang baik.
Kini hampir setiap malam Aria memberikan pertanyaan yang sama pada saya.
"Besok kita puasa lagi ya, ma?". Saya menjawabnya dengan senyuman dan berterima kasih padanya, karena selama ini Aria telah mengalami banyak kemajuan dalam puasanya.
Dengan polosnya Aria berkata, "Aria suka puasa, ma".
Hati ini luluh seketika mendengar pernyataan jujurnya.
We love you, Aria.
Semoga kelak kau menjadi investasi akhirat yang berharga bagi kami. Aamiin.
Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka Ramadhan Giveaway dipersembahkan oleh Zaira Al ameera, Thamrin City blok E7 No. 23 Jakarta Pusat.
Rabu, 24 Juli 2013
Boneka Gratis

Minggu, 21 Juli 2013
7 Aplikasi Android Favorit Saya
Kamis, 11 Juli 2013
Berkenalan dengan Arga Litha
Awal kali saya berkenalan dengan Arga Litha adalah dari link facebook yang dibagikan oleh salah satu teman facebook saya. Link itu mengantarkan saya ke Giveaway Wedges, Kaos dan Buku yang diselenggarakan oleh Arga Litha.
Meski ending nya saya nggak menang, tapi berkat GA itu saya jadi membuat blog dan mulai belajar menulis lagi untuk menghidupkan kembali mimpi saya yang sempat terlupakan.
Tema Giveaway di Arga Litha kali ini mengharuskan pesertanya untuk mengobrak abrik arsip blog Arga Litha untuk menuliskan kesan dan pesan di tiga postingannya.
Karena sudah mengobrak abrik blognya, saya jadi sedikit lebih mengenal siapa itu Arga Litha.
Awalnya saya pikir itu nama aslinya, ternyata bukan, Arga Litha adalah nama kecenya, nama aslinya adalah Artha Maula Amalia.
Saya ikutan manggil 'Tha' juga deh :p
Saya juga baru tahu kalau nama blog nya ini adalah gabungan dari nama kekasihnya Tha, dan nama yang punya blog itu sendiri, jadinya Li-Tha. Owalahhh baru 'ngeh' saya.
Tha adalah penyuka kucing, kebalikan dari saya, pembenci kucing. Sebenarnya saya tidak suka binatang, dan kucing termasuk binatang, jadi saya juga nggak suka. *apasihhh??*
Baiklah, mari kita bahas ketiga postingan favorit versi saya :)
Postingan favorit saya yang pertama adalah Pemenang Giveaway Buku, Tuppy dan Bipang.
Hah? Kok bisa? Iya, karena nama saya tercantum di daftar pemenang. Yaa meskipun cuma pemenang tambahan karena pesertanya lebih dari 50 orang. Boleh dong sedikit berbangga diri karena tulisan saya dianggap lumayan bagus oleh ratu kuis. Heheheee.
Saya ini masih baru di dunia blog, di dunia kuis, juga di dunia giveaway. Ditambah lagi saya membuat dan nge-Blog lewat HP, lebih tepatnya lewat operamini.
Sempat minder juga dengan peserta lain yang sebagian besar nge-Blog lewat PC yang mungkin lebih mudah dalam mempercantik tulisan, misalnya dengan menampilkan font yang berbeda-beda dalam satu tulisan. Atau menyisipkan foto lebih dari satu di setiap tulisan. Sedangkan buat saya, posting tulisan saja mepet dengan deadline karena prosesnya rumit untuk memberi foto, menampilkan link hidup dan lain-lain karena saya lewat HP.
Bisa menang di GA kedua yang saya ikuti ini adalah sebuah penyemangat buat saya. Sekarang saya jadi lebih semangat lagi untuk membuat tulisan yang 'beda' dari yang lain, dan juga lebih semangat lagi untuk mempelajari tutorial nge-Blog lewat HP.
Postingan favorit saya yang berikutnya adalah Impian Sederhana Seorang Anak Perempuan.
Suka pada pandangan pertama. Karena sebelum membaca isi tulisannya, saya melihat ada gambar anime Wedding Peach di tulisan itu. Saya yang penggila anime tanpa pikir panjang langsung masuk dan membacanya.
Diawal membaca postingan itu, saya sempat tenggelam dalam nostalgia karena Tha menuliskan lirik lagu soundtrack Wedding Peach, saya pun ikut bersenandung bersama Tha.
Sesuai dengan tema Wedding Peach, impian Tha ternyata soal pernikahan.
Di awal tulisan, saya dibuat terlena dalam nostalgia. Tapi saat membaca pertengahan tulisan, saya merasa ditampar.
"Lihat saja buktinya, hanya beberapa orang yang mampu membagi baktinya kepada orang tua dan suami. Terlebih bila mengikuti suami di luar kota, jauh dari rumah orang tua, hanya saat lebaran saja bertemu".
That's true.
Pahit, tapi memang itulah kenyataannya.
Seminggu setelah menikah, suami langsung memboyong saya untuk tinggal di Denpasar. Saya yang saat itu tidak pernah jauh dari mama, mendadak harus melepaskan mama, meninggalkan zona nyaman saya bersama mama.
Pelukan dan tangisan mengiringi kepindahan saya saat itu. Sungguh sangat berat karena harus jauh dari mama. *nagis deh saya*
Saat tinggal di Denpasar, saya masih lumayan sering pulang ke Surabaya, kerumah orang tua saya.
Tapi sejak dua tahun lalu, saya tinggal di Batam. Jauuuuhhhhhh sekali dari Surabaya dan satu-satunya sarana untuk pergi ke Surabaya adalah hanya dengan menggunakan pesawat, jadilah biaya transportasi menjadi kendala terbesar.
Setelah papa meninggal di bulan Oktober 2011, kini mama tinggal berdua dengan adik saya. Puncak tidak berbaktinya saya kepada mama adalah saat mama berangkat umroh, bukan hanya tidak bisa menemani mama saat umroh, saya juga tidak bisa pulang untuk mengantar kepergian mama dan juga untuk menyambut kedatangan mama.
Saat itulah saya merasa buruk sekali sebagai anak. Saat saya menelpon sambil menangis, mama mengatakan pada saya kalau tidak apa saya tidak pulang, toh cuma umroh ini, bukan hal yang besar. Mama malah berpesan kalau saya harus nurut pada suami karena pada ridho suamilah, kunci surga istri berada. Tangis saya pun semakin menjadi jadi. *nangis lagi deh*
So, that's true, Tha.
Sedih, pahit, but it's true.
Tapi saya tidak menyesal telah menikah muda. Ada masanya dimana saya membaktikan hidup saya untuk mama. Dulu mamalah yang memilihkan SMA dan jurusan saat saya kuliah, meski saya tidak setuju, tetap saya ikuti kemauan mama dan berusaha mencintai pilihan mama untuk saya. Setelah menikah, saya berbakti kepada mama dengan cara yang berbeda, meski tidak selalu ada disampingnya.
Maaf ya Tha, malah jadi curhat. *ambil tisu*
Postingan favorit saya berikutnya adalah Liburan Aneh di Bali.
Awalnya tertarik pengen baca karena judulnya. Pengen tahu, bagaimana anehnya liburan Tha di Bali. Juga karena saya pernah tinggal di Bali selama 4 tahun, jadi sekalian pengen nostalgia. *maaf ya, hobi saya nostalgia terus dari tadi* :p
Awal baca langsung ngakak.
"Dada saya berdebar, bukan karena rasa cinta menggelora tetapi trauma bertemu petugas berseragam".
Pemilihan kalimatnya itu lho, pas banget. Lalu dilanjutkan dengan keanehan penumpang yang kabur karena takut pada petugas, padahal kan penumpang, kenapa jadi takut? Kan yang salah sopirnya. Hahahaha, lucu deh.
Lalu tragedi Tha yang kelaparan karena bekal makanan dihabiskan oleh Li, sang kekasih hati, dan satu-satunya. Disusul dengan keajaiban telepon yang mendadak nyambung ke saudara yang selama ini dicari-cari.
Tak tahan untuk tak tertawa saat melihat foto Ricky dengan pose anehnya duduk di pinggir jalan.
Niatnya sih mau klik fotonya lalu zoom in ke wajah Li, tapi nggak bisa. Apa karena saya buka lewat HP, jadi nggak bisa di klik fotonya. Ahhh gagal deh melihat wajah sang-kekasih-hati-pemilik-blog.
Begitulah, memang tidak semua postingan di blog Arga Litha saya baca. Tapi intinya saya suka menikmati cara Tha bercerita. Saat kejadian lucu diceritakan sedemikian rupa hingga bisa membuat saya ngakak.
Cerita tentang keluarganya pun bisa membuat saya hanyut dan semakin merindukan mama dan almarhum papa.
Nah, kalau soal masukan untuk blog Arga Litha. Karena saya buka lewat HP, jadi tidak ada masalah. Tapi saat saya pilih view as web version, langsung mumet saya. Sidebar nya itu lho, rame banget. Kesannya penuh dengan gambar dan foto jadi ruwet buat saya, terlalu rame.
Tapi maklumlah, ratu kuis, kan diharuskan untuk memasang banner giveaway yang diikutinya.
Begitulah kesan saya terhadap blog Arga Litha. Apa? Terlalu panjang tulisan saya? Mumpung syaratnya ada pada minimal kata dan bukan maksimal kata. Jadi ya saya tuliskan panjang sesuka hati saya. Karena di giveaway-giveaway sebelumnya saya harus berkali-kali mengedit tulisan saya, supaya memenuhi persyaratan maksimal kata sesuai dengan rule nya.
Akhir kata, sukses terus ya, Tha.
Baik dalam hal pekerjaan, kuis, keluarga, hubungan dengan Li, dan semuanya.
Salam sayang buat mamanya Tha. *duh, sok dekat deh kaya' kenal aja*
Dan salam kenal dari saya :)
"Diikutsertakan dalam even Giveaway Novel di argalitha.blogspot.com”
~Alhamdulillah dapet novelnya~
Cara membuat postingan baru di Blogger lewat Operamini
Itulah kesan saya soal nge-Blog lewat HP, tepatnya lewat Operamini.
Setelah tanya mbah google, mencari tutorial kesana kemari, tetap saja susah buat saya.
Bahkan beberapa tutorial sama sekali tidak berhasil saya praktekkan.
Akhirnya saya menyerah dan terpaksa pinjam HP suami, download aplikasi blogger, dan membuat postingan baru dengan cara copy paste dari note yang sudah saya buat sebelumnya.
Lebih repot lagi, karena saya harus menunggu suami saya tidur, atau HP nya sedang nganggur, baru saya bisa membuat postingan baru. Haddeehhh.
Dengan berbekal tekad yang kuat dan belajar tanpa henti, tidak lupa diawali dengan membaca Bismillah, akhirnya berhasil juga saya membuat postingan baru di blogspot ini lewat Operamini. *yaaayyy*
Sini saya kasih tahu caranya. Cekidot.
Pertama, baca Bismillah, ini penting karena sudah saya coba sendiri, lupa baca Bismillah malah gagal posting.
Kedua, siapkan bahan- bahannya.
Yaitu isi postingan, lebih baik kalau tulisannya sudah jadi.
Biasanya saya nulis dulu di note, di HP, sudah jadi tulisan mentah, tinggal saya copy paste kan ke blog.
Bahan kedua adalah Operamini. Punya saya ini Operamini versi 6.
Ketiga, masuk ke www.blogger.com/blog-this.g
Masuk ke blog kita.
Keempat, ini yang paling penting, pastikan opsi single column view nya dalam keadaan tercentang. Karena kalau tidak tercentang, kita tidak bisa masuk ke badan postingan.
Saya dibuat stress karena sebelumnya berkali-kali tidak bisa masuk ke badan postingan karena si single column view ini.
Cara mengeceknya, pilih menu-setting-single column view.
Kalau di Operamini versi lebih lama, opsi single column view ini sama dengan mobile view.
Kelima, isi kolom judul, dan postingan.
Karena saya sudah menyiapkan tulisan saya sebelumnya, jadi saya tinggal masuk ke note di HP, meng-copy, lalu masuk lagi ke Operamini blog-this tadi, paste kan isi tulisan di badan postingan.
Beres sudah.
Kalau sudah selesai, tinggal pilih mau disimpan sebagai Draf atau mau langsung dipublikasikan.
Sekian dulu tutorial singkat dari saya. Semoga tidak ruwet dan bisa dipahami.
Kamis, 04 Juli 2013
Lagi... Nama saya tidak tercantum di daftar pemenang
Sebenarnya saya sudah pernah punya blog, dulu.
Tapi entah dimana.
Saya search di google juga nggak ketemu. Mungkin blog saya nggak SEO kali yaa?
Niat awal membuat blog adalah karena saya ingin lebih sering menulis. Membuat wadah untuk tulisan-tulisan saya. Mengasah skill menulis saya, sekaligus juga latihan supaya kualitas tulisan saya makin enak dibaca.
Tapi karena malas yang berkepanjangan, ditambah dengan kesibukan rumah tangga, keinginan untuk membuat blog semakin menguap.
Lalu suatu hari saya mendapat info soal giveaway yang diselenggarakan Arga Litha.
Saya aktif di facebook dan saya dapatkan info giveaway itu dari facebook.
Salah satu persyaratan giveaway nya adalah membuat artikel sesuai tema yang ditentukan. Artikelnya bisa dibuat di blog atau di note facebook.
Karena saya ini masih amatir dalam hal menulis, maka tentu saya tidak PD kalau harus menuliskan artikelnya di note facebook, harus men-tag beberapa teman pula.
Jadi saya putuskan untuk membuat blog saja.
HP memiliki banyak sekali fungsi buat saya. Saya suka mengutak atik HP dan mencoba berbagai aplikasi. Dan saya membuat blog lewat HP, lebih tepatnya lewat operamini. Sebenarnya saya punya laptop, tapi tidak punya modem, jadi sama juga bohong hehehee..
Ternyata membuat blog lewat HP tidak semudah harapan saya.
Susah sekali.
Ternyata salah satu artikel yang saya baca di google tentang tutorial membuat blog mengatakan bahwa blogger versi baru telah merubah tampilannya sehingga tidak mobile friendly.
Saya kesulitan membuat blog.
Saya juga tidak tahu harus tanya kemana soal hal ini, jadilah saya otodidak, belajar sendiri hasil searching di google.
Membuat postingan baru saja tidak bisa langsung lewat blogger.com dan menulis di dashbornya. Tidak semudah itu kalau lewat HP.
Saat saya lihat salah satu persyaratan giveawaynya juga harus menyertakan link hidup ke blog penyelenggara giveaway. Langsung saya cari tutorialnya.
Ampun, susah sekali membuat link hidup.
Saya lihat banyak peserta giveaway yang artikelnya sangat bagus. Bukan hanya kualitas tulisannya saja yang bagus, tapi juga tampilan artikelnya.
Artikelnya disisipi foto-foto yang terkait dengan penjelasan artikel.
Juga pada bagian-bagian yang penting diberi huruf tebal (bold) dan huruf dengan warna berbeda.
Saya tidak bisa menampilkan artikel saya sebagus itu.
Artikel saya sederhana, dan isi tulisannya juga belum berpengalaman mengikuti giveaway, tidak seperti peserta yang lain.
Saya hanya bisa menampilkan satu foto di artikel saya. Pun saya tidak bisa mengatur letak foto itu, saya hanya pasrah ketika setiap foto yang saya upload selalu ditempatkan di akhir postingan. Saya juga tidak bisa memberi keterangan dibawah foto.
Mengupload satu foto ke postingan itu sudah sangat sulit prosedurnya.
Sehingga giveaway pertama yang saya ikuti dinyatakan kalah.
Nama saya tidak tercantum dalam daftar. Mungkin disebabkan karena tulisan saya masih kurang bagus atau tulisan saya terlalu sederhana tanpa perincian beberapa foto didalamnya.
Saya tidak bersedih. Memang ada terbersit rasa kecewa karena setiap orang yang mengikuti kompetisi tentu ingin menang. Tapi tidak apa, lagipula ini kam giveaway pertama saya, masih banyak giveaway yang bisa saya ikuti.
Untuk referensi buat saya tentang bagaimana tulisan yang baik dan bisa memenangkan kompetisi, saya putuskan untuk selalu membaca artikel para pemenangnya.
Saya baca dan saya amati.
Kemudian ada giveaway lagi.
Saking excitednya ikut giveaway, saya rela mengerjakan artikel saya dimalam hari saat semua anggota keluarga sudah tidur. Saya membuat artikel, memosting, dan memenuhi persyaratannya sampai lewat tengah malam, bahkan pernah juga sampai jam setengah tiga pagi saya berkutat dengan HP saya demi mengikuti giveaway. Padahal subuh saya harus sudah bangun untuk memulai aktifitas rutin rumah tangga.
Dan lagi, di giveaway kedua yang saya ikuti, nama saya tidak tercantum dalam daftar pemenang.
Padahal saya cukup percaya diri di giveaway kedua ini. Dengan banyaknya pemenang yang diambil, saya pikir nama saya akan termasuk salah satunya. Ternyata tidak :p
Yahhh.. Anggap saja belum rejeki, artinya saya harus lebih meningkatkan kualitas tulisan saya.
Tidak apa. Kalah tidak berarti saya harus berhenti.
Kendala teknis dalam blog juga juga tidak menyurutkan langkah saya untuk tetap mengikuti giveaway.
Karena buat saya saat nama saya tercantum dalam daftar pemenang, maka saat itulah tulisan saya dianggap bagus, dianggap berkualitas, dan bermanfaat bagi pembacanya.
Jadi menjadi pemenang giveaway menjadi tolak ukur seberapa baik tulisannya saya saat ini. Karena kita tidak bisa menilai diri sendiri, butuh orang lain untuk menilainya.
Hadiah hasil dari memenangkan giveaway adalah bonusnya.
Iri juga sebenarnya saat saya baca ada yang memenangkan hadiah pulsa, voucher belanja, bahkan buku dan barang- barang lainnya.
Kini saya rajin mencari-cari info soal giveaway dan sebisa mungkin saya akan mengikutinya.
Harapan saya, semakin banyak mengikuti giveaway maka semakin terasah juga kemampuan menulis saya, dan juga semakin memahami tulisan seperti apa yang dianggap bagus, dan bisa memenangkan kompetisi seperti giveaway ini.
Yap. Semangat!!
Dua giveaway yang lalu saya sudah kalah, tapi di giveaway berikutnya nama saya harus tercantum di daftar pemenang.
*PeDe tingkat tinggi* :)

