Rabu, 31 Juli 2013

Selamat Datang ke Dunia, Putri Kecilku


Oktober 2011...
Itu adalah saat yang paling menyedihkan buat saya. Karena pada tanggal 5 Oktober 2011, saya dan suami mendapat kabar kalau papa saya meninggal. Kami langsung terbang menuju Surabaya secepatnya.

  Setelah suasana sedih mereda, tamu berkurang, kerabat kembali kerumah masing-masing, saya mulai merasa tidak enak badan, kepala ini sering pusing dan perut saya mual.
Awalnya saya kira karena efek sedih yang mendalam,tapi akhirnya saya sadar kalau sudah terlambat haid lebih dari seminggu.

  Masih di Surabaya, saya putuskan untuk mengetes urine saya dengan test pack. Dan alhamdulillah hasilnya postitif.

  Dan kabar kehamilan saya menjadi pemberi sedikit kegembiraan di tengah kesedihan yang tengah dialami keluarga besar saya.

  Saya tidak ingin terus larut dalam kesedihan karena pasti akan berdampak buruk bagi janin saya.

  Kami kemudian kembali ke Batam.

  Kira-kira sebulan setelah test pack menunjukkan hasil positif, saya melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan.
Alhamdulillah semuanya normal.
Saya melalui masa-masa kehamilan dengan lancar.

  Setiap saya kontrol ke dokter kandungan dan bertanya tentang jenis kelamin janin, dokter selalu menyatakan kalau janin saya berjenis kelamin perempuan.
Meski saya melahirkan anak pertama saya secara caesar 4 tahun lalu, tapi dokter membuat saya optimis dengan menyakinkan bahwa saya bisa melahirkan secara normal.
Saya pun semakin rajin berjalan kaki di trimester akhir kehamilan.

  Saat melahirkan anak pertama, saya mengalami pecah ketuban yang hebat dan saat sampai di rumah sakit, dokter menyatakan kalau air ketuban saya sudah kering dan harus segera dioperasi, maka saat itu saya tidak mengalami kontraksi dan mulas selama melahirkan.
Hanya pecah ketuban dan tahu-tahu bayi saya sudah lahir.
Jadi saya belum ada pengalaman bagaimana rasanya mulas saat kontraksi, juga belum pernah merasakan proses pembukaan.
Tapi saya membekali diri dengan banyak membaca dan mendengarkan pengalaman ibu-ibu lainnya.

  29 Mei 2012...
Kelahiran sudah tinggal menunggu harinya.
Pagi itu seperti biasa, saya jalan kaki keliling kompleks perumahan dengan ditemani mama yang sudah terbang dari Surabaya sejak kandungan saya menginjak usia 8 bulan.

  Setelah sampai dirumah sehabis jalan pagi, ternyata keluar darah segar, tanpa adanya mulas atau kontraksi sama sekali.
Kami segera berangkat ke rumah sakit. Akhirnya hari yang kami tunggu tiba juga.
Bismillah...

  Sampai di rumah sakit, perawat memeriksa saya dan ternyata statusnya masih di pembukaan satu. Perawat menyuruh saya untuk bed rest karena darah segar masih terus mengalir. Saya pun menurut.

  Dan status saya masih juga di pembukaan satu sampai malam tiba. Dokter menginstruksikan kalau sampai jam 12 malam status saya masih belum ada perkembangan, maka proses induksi harus dilakukan. Hati saya mulai tidak tenang.

  Tepat jam 12, perawat memeriksa saya lagi dan ternyata status pembukaan saya benar-benar tidak mengalami perkembangan. Saya menjadi tegang.
Akhirnya saya dibawa ke ruangan lain dan diinduksi.

  Di ruangan itu saya bersama dengan dua orang perawat yang masih muda-muda.

  Saat mulai merasakan mulas akibat induksi, saya pun meminta perawat untuk memanggilkan mama saya yang ada dikamar untuk mendampingi saya selama proses melahirkan. Ternyata perawat menolaknya. Perawat itu mengatakan kalau kebijakan rumah sakit melarang seorang ibu didampingi oleh keluarganya saat proses melahirkan. Saya menjadi panik.

  Sambil menahan mulas, saya pun protes kepada perawat muda itu dan memaksanya untuk memanggilkan mama saya.
Perawat itu menolak permintaan saya dan melangkah meninggalkan saya. Saya kesal sekali.

  Saya melirik jam dinding.
Rasa mulas kontraksi itu hilang-muncul setiap setengah jam sekali.

  Dokter kandungan saya sempat datang menemui dan menyuruh saya mempersiapkan diri. Beliau menyemangati dan membuat saya optimis. Saya pasti bisa melalui ini semua, batin saya dengan penuh percaya diri.

  Jam 1 dini hari...
Mulas ini sudah tidak tertahankan.
Rasanya perut saya seperti diremas-remas, diaduk-aduk, ditusuk-tusuk dalam waktu bersamaan. Saya memiringkan tubuh saya ke kiri, tujuannya supaya mulasnya semakin intens dan segera melahirkan.

  Saya memperhatikan jam dinding dan menghitung jeda waktu dari satu kontraksi kontraksi berikutnya. Perawat sesekali memeriksa status pembukaan saya saat jeda mulas kontraksi.

  Pinggiran tempat tidur yang sejak awal menjadi pegangan saya semakin lama semakin erat saya genggam, hingga bergetar karena rasa sakit yang semakin tidak tertahankan.

  Di ruangan sepi itu hanya ada suara gemeratak gigi saya menahan sakit yang teramat sangat di bagian bawah perut saya. Masih dalam posisi miring ke kiri, saya memegang erat pinggiran tempat tidur hingga tangan saya sakit dan berkeringat dingin.

  Mulas kontraksi menjadi semakin intens. Saya memperkirakan ini terjadi setiap sepuluh menit sekali.

  Doa dan wirid tidak berhenti saya ucapkan. Awalnya saya hanya menahan rasa mulas ini, sekarang karena rasanya semakin intens dan semakin dahsyat, saya tidak bisa lagi menahannya. Saya menggeram, berteriak, dan mengeluarkan rintihan kesakitan yang teramat sangat. Saya tidak peduli lagi pada dua perawat muda itu, dengan menyingkirkan rasa malu dan segan, saya keluarkan rintihan kesakitan saya.
Berharap hal itu bisa mengurangi rasa sakit yang saya rasakan kala itu.
Tempat tidurpun ikut bergetar hebat karena getaran tubuh saya menahan rasa sakit.

  Saat mulas kontraksi hilang-muncul setiap lima menit sekali, rasa sakitnya sudah tidak tertahankan lagi, sampai-sampai saya berpikir mungkin rasa sakit saat sakaratul maut adalah seperti sekarang ini.

  Tidak pernah saya bayangkan sebelumnya kalau rasa sakitnya akan semengerikan ini.
Saya mulai menangis sambil berteriak, melampiaskan rasa sakit yang sudah tidak bisa ditolerir tubuh saya.

  Saya sudah tidak bisa lagi menahan rasa sakit ini. Saya berpikir untuk menyerah saja dan mengakhiri rasa sakit ini dengan operasi caesar.
Saya sudah tidak bisa menahannya lebih lama lagi.

Selangkangan saya terasa panas. Seperti menganga lebar dan ada sesuatu yang hendak keluar. Dengan panik saya berteriak memanggil perawat.

  "Mbaaakkk!!! Kepalanya sudah mau keluar!!! Aaarrrgggghhhh!!!"
Perawat segera memeriksa pembukaan saya dan langsung membawa saya ke ruang bersalin.

  Jam 2 dini hari...
Saya dikelilingi lebih banyak perawat, dan dokter kandungan saya ada di ujung tempat tidur.
Bagian sandaran kepala tempat tidur saya dinaikkan, kaki saya dibuka lebar. Salah satu perawat menginstruksikan cara mengejan yang benar dan berada di samping saya.
Dengan setengah sadar sambil menahan sakit, saya memaksakan teori mengejan itu masuk ke otak saya yang sudah dipenuhi rasa sakit.

  Dokter mulai memberi aba-aba untuk mengejan.
Saat mulai mengejan, rasa sakitnya ternyata bertambah hebat. Yang saya inginkan hanya membuat bayi itu segera keluar dan mengakhiri rasa sakit itu.
Segala macam teori soal mengejan pun hilang lenyap. Saya tidak bisa berpikir lagi. Kepala saya kosong.

  Saya meraung dan merintih lebih keras. Hingga pada satu hentakan keras, dengan sisa-sisa tenaga yang saya punya, bayi itupun lahir.

  Suara tangisnya melegakan dan merilekskan seluruh tubuh saya yang seperti mengalami memar dan bengkak.
Tubuh saya lemas dan lunglai seolah hanya menyisakan sedikit tenaga untuk bernafas.

  "Bayinya perempuan, bu", sayup-sayup saya dengar suara perawat. Saya mengantuk karena kelelahan.

  Dokter melakukan proses pasca melahirkan, yaitu menjahit, tapi saya tidak perduli.
Semua rasa sakit saya sudah hilang, dan rasa sakit karena dijahit sama sekali tidak saya pedulikan. Karena saya baru saja mengalami rasa sakit ambang batas antara hidup dan mati, yang alhamdulillah bisa saya lalui dengan lancar.

  Ditengah kelelahan dan rasa kantuk yang melanda, perawat mendatangi saya dengan membawa seorang bayi mungil yang telanjang dan sudah dibersihkan.

  Perawat menyibakkan baju saya dan menaruh bayi mungil itu di dada saya.
Kulitnya keriput dan sangat rapuh.
Saya tidak berani menyentuhnya.
Merasakan kehangatan tubuhnya di dada saya membuat saya menagis haru.
Saat itulah waktu serasa berhenti.
Dunia seakan berpusat pada kami berdua.
Rasa sakit dan lelah selama lebih dari 2 jam itu  terbayar sudah.
This is my sweet moment.
It tells me that i'm so special.
Selamat datang ke dunia, putri kecilku.



 

~Alhamdulillah jadi juara~

Sabtu, 27 Juli 2013

Tutup usia

Terdengar lantunan ayat Al Qur'an dari merdu suaramu.

Tanganku yang semakin melemah ini masih bisa merasakan genggaman tanganmu.

Kurasa sebentar lagi waktuku tiba, sayang.

Jangan menangis istriku, bukankah sering kubilang kita hidup hanya untuk menunggu datangnya hari ini?

Sungguh saat yang tepat untuk menutup usia, 63 tahun.

Kini laluilah sisa usiamu tanpa aku.

Selamat tinggal manisku, kutunggu kau di keabadian.

"Laa illaha 'ilallah"



*jumlah kata tanpa judul: pas 63 kata*

Jumat, 26 Juli 2013

Keluarga maya ku


Keluarga maya yang saya maksud adalah keluarga yang berisi saudara-saudara saya sesama muslim, yang awalnya tidak ada yang saling mengenal satu sama lain, berasal dari beraneka daerah yang berbeda dan tersebar hingga ke luar negeri.

Sebuah keluarga yang berkumpul di dunia maya karena didasari oleh persamaan rasa haus akan ilmu agama dan menjalin ukhuwah islamiah. Keluarga maya saya ini kami sebut dengan Al Usroh.

Berawal dari KULTUM , sebuah grup thollabul ilmi di facebook. Sebuah grup yang menenangkan hati saya dikala itu dan saya merasa betah berlama-lama disana, selain karena banyaknya ilmu yang bisa saya peroleh, juga karena silaturrahim yang santun dan kental dengan nuansa islami.

Saya bergabung di grup kultum pada bulan Ramadhan tahun lalu. Tujuannya hanya satu, untuk memperdalam ilmu agama saya.

Ternyata yang saya dapat lebih dari yang saya harapkan. Alhamdulillah selain mendapat tambahan ilmu agama, saya pun bertemu dengan saudara-saudara baru saya di grup itu. Saudara-saudara dunia maya dari berbagai negara, tapi mereka asli orang Indonesia. Hongkong, Dubai, Taiwan, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, semua berkumpul di satu grup Kultum, menimba ilmu bersama meski awalnya tidak ada yang saling mengenal satu sama lain.

Dengan komen yang santun, ucapan salam dan do'a yang selalu mewarnai setiap postingan, membuat Kultum menjadi pilihan pertama untuk saya kunjungi setiap kali saya membuka facebook.

Silaturrahim yang hangat begitu terasa saat kami berbalas komen. Dan ukhuwah itu berlanjut sampai keluar Kultum.

Masih di facebook, kami mulai saling add dan konfirm. Dan persaudaraan dunia maya pun terjalin. Kami jadi sering bertemu di status salah seorang dari kami, saling berbalas komen, lalu pindah ke status yang lain dan berkumpul lagi untuk saling berbalas komen, begitu seterusnya. Bahkan beberapa dari kami saat membuat status sengaja men-tag beberapa orang supaya bisa berkumpul bersama di sebuah status.

Semakin lama, Kultum semakin banyak anggota, jadi semakin ramai, dan kadang suasana saat membahas suatu ilmu pun menjadi semakin 'panas'. Perbedaan pendapat pun tidak dapat dihindari, dan hanya sedikit orang yang mampu mengontrol lisan dan menjaga sopan santunnya dalam berkomentar.

Ukhuwah tidak berhenti sampai disitu.
Kemudian salah seorang dari kami, kalau boleh saya sebut namanya, Neng Iis, membuat sebuah grup obrolan di message facebook, yang isinya juga thollabul ilmi sambil bersilaturrahim, dengan anggota dari Kultum yang sudah saling add dan konfirm sehingga sudah kenal baik, bukan anggota Kultum sembarangan. Intinya grup obrolan itu adalah versi mini dan santai dari Kultum. Grup obrolan itu diberi nama The Mirror of Muslim.

Kemudian ukhuwah itupun semakin berkembang. The Mirror of Muslim semakin dipadati pengunjung, terlalu ramai pun menjadi tidak menyenangkan, satu per satu dari kami akhirnya meninggalkan The Mirror of Muslim.

Karena masih haus dengan ilmu agama dan merasa sudah sangat dekat dengan saudara-saudara dari Kultum dan The Mirror of Muslim, maka kami memutuskan untuk 'pindahan', dari facebook ke Whatsapp, masih dengan orang-orang yang sama, yaitu beberapa orang 'alumni' Kultum dan ditambah dengan beberapa orang dari The Mirror of Muslim.

Salah seorang dari kami, Nurul Maulana mengumpulkan nomor hape kami dan mengundang kami semua untuk berkumpul di Whatsapp. Dan kami pun merasa betah di grup Whatsapp yang diberi nama Penyejuk Mata dan Hati atau disingkat dengan PMH. Lama kami menghabiskan saat menyenangkan di PMH, saling berbagi ilmu agama sambil mempererat tali silaturrahim.Ukhuwah pun terasa semakin kuat dan solid. Kemudian kesalahpahaman pun terjadi, hubungan kami pun jadi retak.

Sedih memang, tapi dimana ada perjumpaan maka kita juga harus siap dengan perpisahan. Kami merasa sayang kalau hubungan yang sudah sebegitu akrab harus terhenti karena kesalahpahaman, kami berusaha memperbaiki keadaan, namun tidak bisa.

Karena masih ingin mempertahankan ukhuwah ini, dengan mengumpulkan saudara-saudara yang masih tersisa, kami berdiskusi dan memutuskan untuk 'pindahan' lagi.
Masih di Whatsapp, kami pindah dari PMH ke Al Usroh, sebuah wadah bagi kami untuk berkumpul lagi, masih dengan tujuan yang sama, thollabul ilmi sambil menjalin silaturrahimAl Usroh terbentuk pada bulan April 2013 hingga sekarang, dan saya yang ditunjuk sebagai adminnya.

Alhamdulillah beberapa dari kami banyak yang sudah bertemu secara langsung di dunia nyata. Sungguh sangat membahagiakan saat ukhuwah maya ini menjadi nyata. Hubungan kami di facebook pun masih berjalan dengan baik.

Dalam sehari, 300 pesan lebih dari saudara-saudara di Al Usroh mewarnai hari-hari saya. Obrolan-obrolan ringan, sapaan-sapaan hangat dan saling mendo'akan satu sama lain sudah biasa kami lakukan. Saling melempar dan menjawab salam, bersholawat dan saling mengingatkan dalam hal kebaikan, sambil sesekali tetap saling berbagi ilmu agama pun tidak pernah ketinggalan setiap harinya.

Yang paling mengharukan buat saya adalah, di bulan Ramadhan ini kami saling menelpon untuk membangunkan sahur. Perbedaan jarak dan waktu antara Indonesia dengan Hongkong, Singapura, Korea Selatan dan Taiwan tidak lagi menjadi masalah buat kami.

Berawal dari pertemuan di Kultum setahun yang lalu, sempat beberapa kali 'pindahan', dan mendapatkan cobaan berupa kesalahpahaman, alhamdulillah kami tetap bertahan.

Semoga persahabatan, kekeluargaan dan tali silaturrahim yang telah terjalin sedemikian akrab ini akan berlangsung lama dan awet. Bukan hanya di dunia maya saja, tetapi juga di dunia nyata. Aamiin Allahumma Aamiin.

Love You all coz Allah

”Tidak beriman salah seorang di antara kamu sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim)

Kamis, 25 Juli 2013

Ramadhan pertama Aria

Tahun ini anak pertama kami yang bernama Aria sudah menginjak usia 5 tahun.

Sebelum masuk Ramadhan, saya dan suami sepakat kalau tahun ini Aria sudah waktunya diajari puasa. Jadi sebelum memasuki bulan Ramadhan, kami menjelaskan segala hal tentang puasa kepada Aria, tentu saja dengan penjelasan yang sesuai kapasitas anak-anak seusianya.

Ramadhan hari pertama...
Malam hari sebelum sahur, saya dan suami sudah memberikan penjelasan kalau nanti kami akan membangunkannya untuk makan sahur bersama.
Aria mengiyakan. Tapi nyatanya, sahur pertama gagal. Aria tidak bisa dibangunkan, dipaksa duduk untuk makan malah menangis meraung-raung.
Kami mengalah dan membiarkannya tidur lagi.

Ramadhan hari kedua...
Malam sebelum sahur, kami memberikan penjelasan yang sama seperti malam sebelumnya, bahwa nanti Aria akan dibangunkan untuk ikut makan sahur bersama.

Strategi yang kami gunakan adalah menyalakan televisi pada channel acara anak-anak favoritnya.

Alhamdulillah strategi kami berhasil.
Aria bangun dan menghabiskan makan sahurnya sambil menonton acara kartun favoritnya.

Karena berhasil bangun saat sahur dan tidur lagi setelah makan, paginya Aria bangun terlambat, tidak mengapa karena Aria masih libur sekolah. Jam 9 pagi Aria baru bangun.

Seperti kebiasaannnya tiap pagi, setiap bangun tidur yang pertama kali dicari Aria adalah susu. Dan dia tidak menemukan segelas susu di tempat biasanya.

Rupanya Aria lupa kalau sedang berpuasa, dan saya menjelaskan lagi soal puasa adalah tidak makan dan tidak minum, jadi tidak ada susu saat sedang berpuasa.
Aria pun menurut.

Jam 11 siang Aria mulai rewel. Haus lah, lapar lah. Dan mulai marah marah.
Dengan tetap menahan emosi karena mendengar keluh kesahnya yang tak kunjung berhenti, sayapun menyuruhnya untuk main bersama teman-temannya diluar atau menonton tv agar dia lupa kalau sedang berpuasa. Aria menolak, dan tetap rewel. Kerewelannya berakhir saat adzan Dhuhur berkumandang.

Setelah puas makan dan minum, saya jelaskan kalau dia akan mulai puasa lagi. Tidak makan dan tidak minum lagi sampai adzan maghrib berkumandang.

Alhamdulillah puasa hari pertama Aria kami nyatakan berhasil, meski masih puasa setengah hari.

Ramadhan hari ketiga...
Masih dengan strategi yang sama saat sahur, dan masih dengan hasil yang sama. Aria berhasil bangun saat sahur dan menghabiskan makan sahurnya sambil menonton tv.

Puasa Aria hari kedua ini cukup aneh.
Aria tidak serewel hari kemarin. Saya pikir karena dia sudah mulai terbiasa puasa. Rupanya tanpa sepengetahuan saya, Aria minum air putih. Bukannya sambil mencuri-curi, tapi dia bersikap biasa saja. Minum dengan santainya.

Saat saya memergoki Aria sedang minum, saya mengingatkannya.
"Aria kok minum?", dia pun melihat saya dengan pandangan aneh.
"Kenapa Aria nggak boleh minun, ma?", tanyanya dengan polos. Ahh rupanya dia lupa kalau sedang berpuasa. Saya pun mengingatkannya kalau saat ini Aria sedang berpuasa, dan dia menurut saat saya melarangnya minum dan mengambil gelas dari tangannya.

Hari itu beberapa kali saya memergoki Aria dengan santainya mengambil gelas dan hendak mengambil air minum dari dispenser. Saya tersenyum saja dan mengingatkannya lagi dan lagi kalau dia sedang berpuasa. Dan Aria pun menurut. Tanpa rewel seperti kemarin.

Saya memberinya kesempatan untuk berbuka saat adzan Dhuhur berkumandang.

Dan hari kedua Aria puasa kami nyatakan setengah berhasil, karena faktor lupa yang terus menerus tadi.

Malam harinya, Aria mengatakan kalau kepalanya pusing, saya pun menyuruhnya tidur lebih awal.

Saat akan membangunkan Aria untuk sahur bersama, saya merasa kalau Aria demam, tubuhnya hangat. Saya pun tidak membangunkannya dan membiarkannya tetap tertidur pulas.
Pagi harinya saya cek lagi ternyata tubuh Aria semakin panas, dia tidak mengijinkan saya untuk mengukur suhunya dengan termometer.
Aria tidak mau makan dan hanya mau minum air putih saja.

Agak siang, Aria minta dibelikan roti, saya pun menurutinya. Baru saja makan beberapa gigit roti, Aria muntah. Agak lama setelah muntah, dia ingin makan roti lagi, setelah beberapa gigitan masuk ke perut, kemudian muntah lagi. Begitu seterusnya.
Saya menjadi bingung dan menyuruhnya untuk tidur saja.

Saya bertanya pada tetangga sebelah soal kejadian sakitnya Aria, dan katanya anaknya pun mengalami hal yang sama saat awal kali belajar puasa dulu. Dia bilang itu karena tubuhnya sedang beradaptasi. Saya menjadi sedikit lega dan tidak lagi panik.

Demam Aria tidak juga turun di hari kedua dan tiap kali habis makan atau minum obat selalu saja muntah. Karena tidak tahan melihat Aria seperti itu, saya pun mengajak suami untuk membawa Aria ke dokter.
Dokter menyatakan Aria menderita radang. Bisa jadi radang tenggorokan atau radang pencernaan.

Alhamdulillah demam Aria berangsur-angsur menurun setelah meminum ibat dari dokter dan tidak lagi muntah.
Aria pun berangsur-angsur pulih, dan saya mengijinkannya untuk tidak berpuasa dulu sampai Aria benar-benar sehat.

Tahun ajaran baru di sekolah Aria pun dimulai. Saat pulang sekolah Aria bercerita kalau ustadzahnya menyuruh semua murid untuk berpuasa, dan Aria meminta untuk kembali berpuasa lagi.
Karena merasa Aria sudah benar-benar sehat, kami pun mengijinkan Aria untuk berpuasa lagi.
Dan kejadian itu terulang lagi.
Setelah dua hari berhasil menyelesaikan puasa setengah harinya, Aria demam dan muntah lagi. Gejalanya persis sama dengan yang sebelumnya.

Saya dan suami pun berdiskusi, meneliti apa- apa saja yang dimakan dan diminum Aria, sehingga menyebabkan dia demam dan muntah. Kami mencari persamaan diantara dua kali Aria sakit itu, dan persamaan itulah yang mungkin menjadi penyebab sakitnya Aria.
Kesimpulan kami adalah pada es dan gorengan yang dikonsumsi Aria saat berbuka puasa.
Kami mengingat-ingat lagi, setiap kali Aria demam, sebelumnya pasti dia berbuka puasa dengan minum es dan makan gorengan. Dan itulah yang mungkin menjadi penyebab radang nya.

Alhamdulillah kini Aria sudah bisa puasa lagi. Meski kadang tidak bangun untuk makan sahur bersama, tapi Aria makan terakhir jam 9 pagi, kemudian puasa sampai adzan maghrib berkumandang.

Tidak ada lagi kerewelan tanpa henti. Tidak ada lagi marah-marah. Yang ada hanya kerewelan yang normal anak-anak seusianya yang sedang belajar berpuasa.
Tidak ada lagi berbuka dengan es dan gorengan untuk Aria.

Sungguh sebuah pelajaran yang sangat berharga dari sebuah kesalahan fatal, saya sebagai orang tua telah memberikan hidangan berbuka yang salah pada anak yang sedang beradaptasi berpuasa.
Saya benar-benar belajar dari kesalahan saya itu, dan Aria pun juga belajar dari sakitnya, dia menurut saat saya melarangnya minum es dan gorengan, takut muntah lagi katanya.

Karena kerewelan Aria jugalah saya jadi belajar untuk tidak terpancing meluapkan emosi pada anak yang sedang belajar berpuasa dan butuh banyak bimbingan serta teladan yang baik.

Kini hampir setiap malam Aria memberikan pertanyaan yang sama pada saya.
"Besok kita puasa lagi ya, ma?". Saya menjawabnya dengan senyuman dan berterima kasih padanya, karena selama ini Aria telah mengalami banyak kemajuan dalam puasanya.
Dengan polosnya Aria berkata, "Aria suka puasa, ma".
Hati ini luluh seketika mendengar pernyataan jujurnya.

We love you, Aria.
Semoga kelak kau menjadi investasi akhirat yang berharga bagi kami. Aamiin.

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka Ramadhan Giveaway dipersembahkan oleh Zaira Al ameera, Thamrin City blok E7 No. 23 Jakarta Pusat.

Rabu, 24 Juli 2013

Boneka Gratis



Imut banget kan boneka diatas??
Yang merasa cewek pasti deh pengen mendapatkan boneka itu. Naahhh kesempatan bagus nih, karena dalam rangka launching buku boneka dan asesoris rajut anak, owner nya http://karyasukasuka.blogspot.com akan membagi-bagikan dua paket (boneka dan keychain ) secara GRATIS untuk dua orang pemenang yang terpilih.

Caranya cukup bagikan info soal bagi-bagi boneka gratis ini dari http://karyasukasuka.blogspot.com/2013/07/bagi-bagi-hadiah-dalam-rangka-launching.html di blog atau facebook kalian, lalu komen kesini dengan membagikan link blog atau facebook kalian yang sudah membagikan info soal boneka gratis ini.

Mudah bukan? Cukup share dan komen aja kok ;)

Yuk ah, ikutan!

Minggu, 21 Juli 2013

7 Aplikasi Android Favorit Saya

Kali ini saya ingin menceritakan soal galaW saya. Siapa itu galaW? GalaW adalah hape saya. Saya tidak biasa memberi nama pada benda-benda kesayangan saya, termasuk hape. GalaW bukan nama yang saya berikan untuk hape saya, galaW adalah sebutan kece tipe hape saya. Kepanjangan galaW adalah galaxy wonder.

Seperti kebiasaan orang-orang di jaman sekarang ini, hape hampir tidak bisa lepas dari genggaman.
Apalagi buat saya yang laptop sedang rusak, modem pun tidak punya, tapi ngeyel mau ikutan giveaway, kontes, ingin tetap eksis di media sosial dan suka berchatting ria dengan keluarga di Surabaya dan teman-teman maya saya yang tersebar sampai ke luar negeri.
Dan galaW saya pun saya beri beraneka aplikasi untuk mendukung kegiatan-harian-disela-rutinitas-rumah-tangga saya. 

Apa saja sih, aplikasi android favorit saya?
Yuk ah, cekidot.

1. Whatsapp
Tiap kali memegang galaW, aplikasi pertama kali yang saya buka adalah Whatsapp atau biasa disingkat dengan wa.

Wa adalah sebuah aplikasi obrolan yang memungkinkan kita untuk mengobrol dengan satu orang dalam satu obrolan atau mengobrol dengan beberapa orang dalam satu grup obrolan. Dengan menggunakan wa, selain mengobrol kita juga bisa berbagi foto, gambar, video, musik, dan kontak. Silahkan unduh aplikasinya disini.

2. Facebook
Saat ada kesempatan memegang hape, selain langsung cek whatsapp, biasanya saya juga langsung meluncur ke facebook. Kadang galaW saya buat kewalahan, bolak balik antara whatsapp-facebook hehehee...

Saya lebih suka membuka facebook dari aplikasi langsung daripada lewat browser. Karena kalau lewat aplikasi facebook bisa upload foto, lebih mudah untuk tag foto, bisa mention, pokoknya lebih nyaman lah.
Silahkan unduh aplikasinya disini.

3. Picsart Photo Studio.
Nahhhh kalau yang ini adalah aplikasi untuk memodifikasi foto. Saya suka applikasi ini karena fiturnya lengkap. Selain meresize, ngecrop, menambahkan beraneka efek pencahayaan, memberi frame, membubuhkan stiker, saya juga bisa menggambar pada foto. Lengkap deh.
Foto hasil editan bisa juga di share di komunitasnya picsart.
Silahkan unduh aplikasinya disini.

4. Droid Youtube Downloader.
Kalau aplikasi ini gunanya untuk menyimpan video yang ada di youtube. Jadi kita tidak perlu berkali-kali membuka youtube secara online untuk sekedar menonton video kesukaan kita, karena kita bisa menontonnya di hape kita secara offline karena sudah tersimpan di memory hape.
Kerennya aplikasi ini, kita akan diberikan pilihan aksi terhadap video pilihan kita di youtube, kita bisa preview dulu videonya, atau kita bisa langsung menyimpannya. Nah menyimpan videonya bisa dalam bentuk aslinya yaitu video, atau kita simpan suaranya saja tanpa gambar yaitu dalam bentuk mp3
Silahkan unduh aplikasinya disini.
Link diatas adalah untuk tipe hape saya, silahkan ganti device sesuai dengan tipe hape anda.

5. Colornote
Aplikasi ini juga sering saya pakai, tiap kali ada artikel yang bagus ,atau quote yang menarik, atau informasi penting yang ingin saya simpan, akan langsung saya copy pastekan ke aplikasi ini.
Note yang disimpan bisa diberikan warna sesuai dengan kategori yang kita inginkan.
Selain untuk membuat note atau catatan, aplikasi ini juga bisa untuk membuat check list. Sangat simple dan bermanfaat buat saya.
Silahkan unduh aplikasinya disini.

6. Mini Lyrics
Ini dia salah satu aplikasi keren kesukaan saya. Kalau mau disederhanakan, aplikasi ini memungkinkan kita untuk berkaraoke dengan koleksi lagu di hape kita.

Aplikasi ini berfungsi sama seperti pemutar lagu yang ada di hape kita, jadi ada daftar lagu, ada playlistnya juga, yang membedakannya adalah di aplikasi ini juga ada lirik lagunya.
Proses pencarian lirik lagu akan dilakukan otomatis oleh aplikasi ini saat kita memilih untuk memainkan sebuah lagu. Saat pencarian lirik lagu selesai, kita bisa berkaraoke dengan teks lagu berjalan yang muncul di layar hape. Persis seperti saat kita berkaraoke.

Setiap kali menggunakan aplikasi ini, kita harus terhubung dengan internet. Dan memang, tidak semua lagu yang ada di daftar lagu kita akan tersedia liriknya, tapi menurut saya koleksi lirik dari aplikasi ini sudah sangat lengkap. Karena lagu Korea di daftar lagu saya pun ada liriknya di aplikasi ini. TOP!
Silahkan unduh aplikasinya disini.

7. Blogger
Sebelum punya galaW, saya kesulitan untuk membuat postingan, mengedit, juga menyisipkan foto di blog karena lewat Operamini. Alhamdulillah setelah ada galaW, saya langsung unduh aplikasi blogger ini dan cukup mudah juga dalam menggunakannya, saya jadi sangat terbantu :)

Aplikasinya sangat sederhana, bisa membuat postingan baru, mengedit postingan, menghapus postingan, menambahkan gambar atau foto, menyimpan, memberi label, dan mempublikasikan postingan, semuanya dalam satu aplikasi sederhana, nggak pakai ribet. Sayangnya, saya baru tahu kalau pada aplikasi ini jumlah karakter huruf dibatasi, jadi saya tidak bisa membuat postingan dengan maksimal. Tapi tak apa lah. Begini juga sudah sangat bagus buat saya :)
Silahkan unduh aplikasinya disini.


Demikianlah 7 aplikasi android favorit saya.
Karena saya cuma ibu rumah tangga tanpa ada ilmu IT sama sekali, jadi harap maklum kalau ada salah istilah, salah penulisan dan review yang kurang jelas :)
Semoga bermanfaat.

Kamis, 11 Juli 2013

Berkenalan dengan Arga Litha

Awal kali saya berkenalan dengan Arga Litha adalah dari link facebook yang dibagikan oleh salah satu teman facebook saya. Link itu mengantarkan saya ke Giveaway Wedges, Kaos dan Buku yang diselenggarakan oleh Arga Litha.
Meski ending nya saya nggak menang, tapi berkat GA itu saya jadi membuat blog dan mulai belajar menulis lagi untuk menghidupkan kembali mimpi saya yang sempat terlupakan.

Tema Giveaway di Arga Litha kali ini mengharuskan pesertanya untuk mengobrak abrik arsip blog Arga Litha untuk menuliskan kesan dan pesan di tiga postingannya.

Karena sudah mengobrak abrik blognya, saya jadi sedikit lebih mengenal siapa itu Arga Litha.
Awalnya saya pikir itu nama aslinya, ternyata bukan, Arga Litha adalah nama kecenya, nama aslinya adalah Artha Maula Amalia.
Saya ikutan manggil 'Tha' juga deh :p

Saya juga baru tahu kalau nama blog nya ini adalah gabungan dari nama kekasihnya Tha, dan nama yang punya blog itu sendiri, jadinya Li-Tha. Owalahhh baru 'ngeh' saya.

Tha adalah penyuka kucing, kebalikan dari saya, pembenci kucing. Sebenarnya saya tidak suka binatang, dan kucing termasuk binatang, jadi saya juga nggak suka. *apasihhh??*

Baiklah, mari kita bahas ketiga postingan favorit versi saya :)

Postingan favorit saya yang pertama adalah Pemenang Giveaway Buku, Tuppy dan Bipang.
Hah? Kok bisa? Iya, karena nama saya tercantum di daftar pemenang. Yaa meskipun cuma pemenang tambahan karena pesertanya lebih dari 50 orang. Boleh dong sedikit berbangga diri karena tulisan saya dianggap lumayan bagus oleh ratu kuis. Heheheee.

Saya ini masih baru di dunia blog, di dunia kuis, juga di dunia giveaway. Ditambah lagi saya membuat dan nge-Blog lewat HP, lebih tepatnya lewat operamini.

Sempat minder juga dengan peserta lain yang sebagian besar nge-Blog lewat PC yang mungkin lebih mudah dalam mempercantik tulisan, misalnya dengan menampilkan font yang berbeda-beda dalam satu tulisan. Atau menyisipkan foto lebih dari satu di setiap tulisan. Sedangkan buat saya, posting tulisan saja mepet dengan deadline karena prosesnya rumit untuk memberi foto, menampilkan link hidup dan lain-lain karena saya lewat HP.

Bisa menang di GA kedua yang saya ikuti ini adalah sebuah penyemangat buat saya. Sekarang saya jadi lebih semangat lagi untuk membuat tulisan yang 'beda' dari yang lain, dan juga lebih semangat lagi untuk mempelajari tutorial nge-Blog lewat HP.

Postingan favorit saya yang berikutnya adalah Impian Sederhana Seorang Anak Perempuan.
Suka pada pandangan pertama. Karena sebelum membaca isi tulisannya, saya melihat ada gambar anime Wedding Peach di tulisan itu. Saya yang penggila anime tanpa pikir panjang langsung masuk dan membacanya.

Diawal membaca postingan itu, saya sempat tenggelam dalam nostalgia karena Tha menuliskan lirik lagu soundtrack Wedding Peach, saya pun ikut bersenandung bersama Tha.

Sesuai dengan tema Wedding Peach, impian Tha ternyata soal pernikahan.
Di awal tulisan, saya dibuat terlena dalam nostalgia. Tapi saat membaca pertengahan tulisan, saya merasa ditampar.

"Lihat saja buktinya, hanya beberapa orang yang mampu membagi baktinya kepada orang tua dan suami. Terlebih bila mengikuti suami di luar kota, jauh dari rumah orang tua, hanya saat lebaran saja bertemu".

That's true.
Pahit, tapi memang itulah kenyataannya.
Seminggu setelah menikah, suami langsung memboyong saya untuk tinggal di Denpasar. Saya yang saat itu tidak pernah jauh dari mama, mendadak harus melepaskan mama, meninggalkan zona nyaman saya bersama mama.
Pelukan dan tangisan mengiringi kepindahan saya saat itu. Sungguh sangat berat karena harus jauh dari mama. *nagis deh saya*

Saat tinggal di Denpasar, saya masih lumayan sering pulang ke Surabaya, kerumah orang tua saya.
Tapi sejak dua tahun lalu, saya tinggal di Batam. Jauuuuhhhhhh sekali dari Surabaya dan satu-satunya sarana untuk pergi ke Surabaya adalah hanya dengan menggunakan pesawat, jadilah biaya transportasi menjadi kendala terbesar.

Setelah papa meninggal di bulan Oktober 2011, kini mama tinggal berdua dengan adik saya. Puncak tidak berbaktinya saya kepada mama adalah saat mama berangkat umroh, bukan hanya tidak bisa menemani mama saat umroh, saya juga tidak bisa pulang untuk mengantar kepergian mama dan juga untuk menyambut kedatangan mama.

Saat itulah saya merasa buruk sekali sebagai anak. Saat saya menelpon sambil menangis, mama mengatakan pada saya kalau tidak apa saya tidak pulang, toh cuma umroh ini, bukan hal yang besar. Mama malah berpesan kalau saya harus nurut pada suami karena pada ridho suamilah, kunci surga istri berada. Tangis saya pun semakin menjadi jadi. *nangis lagi deh*

So, that's true, Tha.
Sedih, pahit, but it's true.
Tapi saya tidak menyesal telah menikah muda. Ada masanya dimana saya membaktikan hidup saya untuk mama. Dulu mamalah yang memilihkan SMA dan jurusan saat saya kuliah, meski saya tidak setuju, tetap saya ikuti kemauan mama dan berusaha mencintai pilihan mama untuk saya. Setelah menikah, saya berbakti kepada mama dengan cara yang berbeda, meski tidak selalu ada disampingnya.

Maaf ya Tha, malah jadi curhat. *ambil tisu*

Postingan favorit saya berikutnya adalah Liburan Aneh di Bali.
Awalnya tertarik pengen baca karena judulnya. Pengen tahu, bagaimana anehnya liburan Tha di Bali. Juga karena saya pernah tinggal di Bali selama 4 tahun, jadi sekalian pengen nostalgia. *maaf ya, hobi saya nostalgia terus dari tadi* :p

Awal baca langsung ngakak.
"Dada saya berdebar, bukan karena rasa cinta menggelora tetapi trauma bertemu petugas berseragam".

Pemilihan kalimatnya itu lho, pas banget. Lalu dilanjutkan dengan keanehan penumpang yang kabur karena takut pada petugas, padahal kan penumpang, kenapa jadi takut? Kan yang salah sopirnya. Hahahaha, lucu deh.

Lalu tragedi Tha yang kelaparan karena bekal makanan dihabiskan oleh Li, sang kekasih hati, dan satu-satunya. Disusul dengan keajaiban telepon yang mendadak nyambung ke saudara yang selama ini dicari-cari.

Tak tahan untuk tak tertawa saat melihat foto Ricky dengan pose anehnya duduk di pinggir jalan.
Niatnya sih mau klik fotonya lalu zoom in ke wajah Li, tapi nggak bisa. Apa karena saya buka lewat HP, jadi nggak bisa di klik fotonya. Ahhh gagal deh melihat wajah sang-kekasih-hati-pemilik-blog.

Begitulah, memang tidak semua postingan di blog Arga Litha saya baca. Tapi intinya saya suka menikmati cara Tha bercerita. Saat kejadian lucu diceritakan sedemikian rupa hingga bisa membuat saya ngakak.
Cerita tentang keluarganya pun bisa membuat saya hanyut dan semakin merindukan mama dan almarhum papa.

Nah, kalau soal masukan untuk blog Arga Litha. Karena saya buka lewat HP, jadi tidak ada masalah. Tapi saat saya pilih view as web version, langsung mumet saya. Sidebar nya itu lho, rame banget. Kesannya penuh dengan gambar dan foto jadi ruwet buat saya, terlalu rame.
Tapi maklumlah, ratu kuis, kan diharuskan untuk memasang banner giveaway yang diikutinya.

Begitulah kesan saya terhadap blog Arga Litha. Apa? Terlalu panjang tulisan saya? Mumpung syaratnya ada pada minimal kata dan bukan maksimal kata. Jadi ya saya tuliskan panjang sesuka hati saya. Karena di giveaway-giveaway sebelumnya saya harus berkali-kali mengedit tulisan saya, supaya memenuhi persyaratan maksimal kata sesuai dengan rule nya.

Akhir kata, sukses terus ya, Tha.
Baik dalam hal pekerjaan, kuis, keluarga, hubungan dengan Li, dan semuanya.
Salam sayang buat mamanya Tha. *duh, sok dekat deh kaya' kenal aja*
Dan salam kenal dari saya :)

"Diikutsertakan dalam even Giveaway Novel di argalitha.blogspot.com”


~Alhamdulillah dapet novelnya~

Cara membuat postingan baru di Blogger lewat Operamini

Pusing. Ruwet. Ribet.
Itulah kesan saya soal nge-Blog lewat HP, tepatnya lewat Operamini.
Setelah tanya mbah google, mencari tutorial kesana kemari, tetap saja susah buat saya.
Bahkan beberapa tutorial sama sekali tidak berhasil saya praktekkan.

Akhirnya saya menyerah dan terpaksa pinjam HP suami, download aplikasi blogger, dan membuat postingan baru dengan cara copy paste dari note yang sudah saya buat sebelumnya.
Lebih repot lagi, karena saya harus menunggu suami saya tidur, atau HP nya sedang nganggur, baru saya bisa membuat postingan baru. Haddeehhh.

Dengan berbekal tekad yang kuat dan belajar tanpa henti, tidak lupa diawali dengan membaca Bismillah, akhirnya berhasil juga saya membuat postingan baru di blogspot ini lewat Operamini. *yaaayyy*

Sini saya kasih tahu caranya. Cekidot.

Pertama, baca Bismillah, ini penting karena sudah saya coba sendiri, lupa baca Bismillah malah gagal posting.

Kedua, siapkan bahan- bahannya.
Yaitu isi postingan, lebih baik kalau tulisannya sudah jadi.
Biasanya saya nulis dulu di note, di HP, sudah jadi tulisan mentah, tinggal saya copy paste kan ke blog.
Bahan kedua adalah Operamini. Punya saya ini Operamini versi 6.

Ketiga, masuk ke www.blogger.com/blog-this.g
Masuk ke blog kita.

Keempat, ini yang paling penting, pastikan opsi single column view nya dalam keadaan tercentang. Karena kalau tidak tercentang, kita tidak bisa masuk ke badan postingan.
Saya dibuat stress karena sebelumnya berkali-kali tidak bisa masuk ke badan postingan karena si single column view ini.

Cara mengeceknya, pilih menu-setting-single column view.
Kalau di Operamini versi lebih lama, opsi single column view ini sama dengan mobile view.

Kelima, isi kolom judul, dan postingan.
Karena saya sudah menyiapkan tulisan saya sebelumnya, jadi saya tinggal masuk ke note di HP, meng-copy, lalu masuk lagi ke Operamini blog-this tadi, paste kan isi tulisan di badan postingan.

Beres sudah.
Kalau sudah selesai, tinggal pilih mau disimpan sebagai Draf atau mau langsung dipublikasikan.

Sekian dulu tutorial singkat dari saya. Semoga tidak ruwet dan bisa dipahami.


Kamis, 04 Juli 2013

Lagi... Nama saya tidak tercantum di daftar pemenang

Rasanya perlu bagi saya untuk menceritakan sejarah dibuatnya blog ini. Meski sebenarnya ini bukan informasi yang penting dan mungkin menghabiskan waktu bagi yang membacanya hihihiii...

Sebenarnya saya sudah pernah punya blog, dulu.
Tapi entah dimana.
Saya search di google juga nggak ketemu. Mungkin blog saya nggak SEO kali yaa?

Niat awal membuat blog adalah karena saya ingin lebih sering menulis. Membuat wadah untuk tulisan-tulisan saya. Mengasah skill menulis saya, sekaligus juga latihan supaya kualitas tulisan saya makin enak dibaca.

Tapi karena malas yang berkepanjangan, ditambah dengan kesibukan rumah tangga, keinginan untuk membuat blog semakin menguap.

Lalu suatu hari saya mendapat info soal giveaway yang diselenggarakan Arga Litha.
Saya aktif di facebook dan saya dapatkan info giveaway itu dari facebook.
Salah satu persyaratan giveaway nya adalah membuat artikel sesuai tema yang ditentukan. Artikelnya bisa dibuat di blog atau di note facebook.
Karena saya ini masih amatir dalam hal menulis, maka tentu saya tidak PD kalau harus menuliskan artikelnya di note facebook, harus men-tag beberapa teman pula.
Jadi saya putuskan untuk membuat blog saja.

HP memiliki banyak sekali fungsi buat saya. Saya suka mengutak atik HP dan mencoba berbagai aplikasi. Dan saya membuat blog lewat HP, lebih tepatnya lewat operamini. Sebenarnya saya punya laptop, tapi tidak punya modem, jadi sama juga bohong hehehee..

Ternyata membuat blog lewat HP tidak semudah harapan saya.
Susah sekali.
Ternyata salah satu artikel yang saya baca di google tentang tutorial membuat blog mengatakan bahwa blogger versi baru telah merubah tampilannya sehingga tidak mobile friendly.

Saya kesulitan membuat blog.
Saya juga tidak tahu harus tanya kemana soal hal ini, jadilah saya otodidak, belajar sendiri hasil searching di google.
Membuat postingan baru saja tidak bisa langsung lewat blogger.com dan menulis di dashbornya. Tidak semudah itu kalau lewat HP.

Saat saya lihat salah satu persyaratan giveawaynya juga harus menyertakan link hidup ke blog penyelenggara giveaway. Langsung saya cari tutorialnya.
Ampun, susah sekali membuat link hidup.

Saya lihat banyak peserta giveaway yang artikelnya sangat bagus. Bukan hanya kualitas tulisannya saja yang bagus, tapi juga tampilan artikelnya.
Artikelnya disisipi foto-foto yang terkait dengan penjelasan artikel.
Juga pada bagian-bagian yang penting diberi huruf tebal (bold) dan huruf dengan warna berbeda.
Saya tidak bisa menampilkan artikel saya sebagus itu.
Artikel saya sederhana, dan isi tulisannya juga belum berpengalaman mengikuti giveaway, tidak seperti peserta yang lain.
Saya hanya bisa menampilkan satu foto di artikel saya. Pun saya tidak bisa mengatur letak foto itu, saya hanya pasrah ketika setiap foto yang saya upload selalu ditempatkan di akhir postingan. Saya juga tidak bisa memberi keterangan dibawah foto.
Mengupload satu foto ke postingan itu sudah sangat sulit prosedurnya.

Sehingga giveaway pertama yang saya ikuti dinyatakan kalah.
Nama saya tidak tercantum dalam daftar. Mungkin disebabkan karena tulisan saya masih kurang bagus atau tulisan saya terlalu sederhana tanpa perincian beberapa foto didalamnya.

Saya tidak bersedih. Memang ada terbersit rasa kecewa karena setiap orang yang mengikuti kompetisi tentu ingin menang. Tapi tidak apa, lagipula ini kam giveaway pertama saya, masih banyak giveaway yang bisa saya ikuti.

Untuk referensi buat saya tentang bagaimana tulisan yang baik dan bisa memenangkan kompetisi, saya putuskan untuk selalu membaca artikel para pemenangnya.
Saya baca dan saya amati.

Kemudian ada giveaway lagi.
Saking excitednya ikut giveaway, saya rela mengerjakan artikel saya dimalam hari saat semua anggota keluarga sudah tidur. Saya membuat artikel, memosting, dan memenuhi persyaratannya sampai lewat tengah malam, bahkan pernah juga sampai jam setengah tiga pagi saya berkutat dengan HP saya demi mengikuti giveaway. Padahal subuh saya harus sudah bangun untuk memulai aktifitas rutin rumah tangga.

Dan lagi, di giveaway kedua yang saya ikuti, nama saya tidak tercantum dalam daftar pemenang.
Padahal saya cukup percaya diri di giveaway kedua ini. Dengan banyaknya pemenang yang diambil, saya pikir nama saya akan termasuk salah satunya. Ternyata tidak :p
Yahhh.. Anggap saja belum rejeki, artinya saya harus lebih meningkatkan kualitas tulisan saya.

Tidak apa. Kalah tidak berarti saya harus berhenti.
Kendala teknis dalam blog juga juga tidak menyurutkan langkah saya untuk tetap mengikuti giveaway.

Karena buat saya saat nama saya tercantum dalam daftar pemenang, maka saat itulah tulisan saya dianggap bagus, dianggap berkualitas, dan bermanfaat bagi pembacanya.
Jadi menjadi pemenang giveaway menjadi tolak ukur seberapa baik tulisannya saya saat ini. Karena kita tidak bisa menilai diri sendiri, butuh orang lain untuk menilainya.
Hadiah hasil dari memenangkan giveaway adalah bonusnya.
Iri juga sebenarnya saat saya baca ada yang memenangkan hadiah pulsa, voucher belanja, bahkan buku dan barang- barang lainnya.

Kini saya rajin mencari-cari info soal giveaway dan sebisa mungkin saya akan mengikutinya.
Harapan saya, semakin banyak mengikuti giveaway maka semakin terasah juga kemampuan menulis saya, dan juga semakin memahami tulisan seperti apa yang dianggap bagus, dan bisa memenangkan kompetisi seperti giveaway ini.

Yap. Semangat!!
Dua giveaway yang lalu saya sudah kalah, tapi di giveaway berikutnya nama saya harus tercantum di daftar pemenang.
*PeDe tingkat tinggi* :)