Jumat, 20 Desember 2013

(Bukan) wanita biasa

Setelah membaca tema Giveaway dari Riawani Elyta tentang keajaiban cinta disini, maka pikiran saya langsung tertuju pada wanita tangguh yang satu ini. Kisahnya membuat saya merinding dan berpikir bahwa hanya kekuatan cinta dan pengabdian yang begitu besarlah yang dapat membuatnya menjadi setegar dan sekokoh itu dalam menghadapi cobaan terberat dalam hidupnya. Dan inilah kisah wanita itu, yang tegar berkat kekuatan dari keajaiban cinta.

Wanita itu adalah seorang istri dan ibu rumah tangga biasa yang berusia empat puluhan. Memiliki dua orang anak yang keduanya perempuan. Anak sulungnya telah menikah dan merantau ke pulau yang sangat jauh mengikuti suaminya. Sedangkan anak bungsunya sudah bekerja dan kadang harus pergi keluar kota karena tuntutan pekerjaan hingga kadang harus meninggalkan ayah dan ibunya berdua saja dirumah.

Sidoarjo, 5 Oktober 2011...
Pagi itu seperti pagi- pagi biasanya. Suaminya berangkat kerja, sedangkan anak bungsunya sedang berada di pulau Madura sejak hari sebelumnya untuk urusan pekerjaan.
Wanita itupun menjalani paginya seperti biasa, menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga, memasak, bersih- bersih rumah dan sebagainya. Sama sekali tidak terbersit dalam pikirannya bahwa hari itu akan menjadi hari yang paling mengguncang hidupnya.

Sore harinya, wanita itu keluar rumah sebentar, ke rumah penjahit langganannya untuk sedikit memodifikasi baju miliknya. Sepulang dari rumah penjahit, wanita itu melihat kearah jam yang telah menunjukkan waktu dimana suaminya seharusnya sudah berada di rumah sepulang kerja sejak setengah jam yang lalu.

Tanpa rasa curiga, wanita itu lalu mengambil HP, karena saat keluar rumah tadi dia tidak membawa HP nya, dia berharap ada kabar dari suaminya yang memberitahukan kalau suaminya harus lembur hari ini dan pulang terlambat.

Dan benar saja. Ada lebih dari dua puluh panggilan tak terjawab dari satu nomor tak dikenal yang masuk ke HP nya. Tanpa pikir panjang, wanita itu langsung menghubungi nomor itu.

Diseberang telpon ada suara lelaki yang tidak dikenalnya. Yang kemudian memperkenalkan diri sebagai teman kerja suaminya. Pria itu memberitahukan kalau saat ini suaminya sedang berada di ICU karena serangan jantung sepulang kerja tadi. Pikiran wanita itu langsung tak keruan dan meminta pria itu agar dia bisa berbicara langsung pada suaminya.
Tak lama kemudian suara suaminya terdengar dari seberang telpon. Suara suaminya terdengar lemah.
"Mama datang kesini ya. Tapi jangan buru- buru, ini jam pulang kantor, jalanan pasti ramai, jadi pelan- pelan saja dan hati- hati."
Ucapan lemah suaminya itu membuatnya hampir menangis saat itu juga, tapi ditahannya.

Dulu suaminya juga pernah harus masuk ICU karena serangan jantung, dan saat itu suaminya tidak perlu menginap dan diperbolehkan pulang dengan membawa berbagai macam obat. Maka wanita itupun membesarkan hatinya sendiri bahwa hari itupun suaminya akan langsung keluar dari ICU, seperti kejadian sebelumnya. Wanita itupun langsung berangkat menuju rumah sakit, tanpa menelpon kedua anaknya karena tidak mau membuat mereka cemas, lagipula dia yakin kalau sore itu dia akan membawa suaminya pulang kerumah seperti kejadian sebelumnya.

Setelah sampai di rumah sakit, dia melihat keadaan suaminya yang begitu lemah, menahan sakit yang teramat sangat.

Ternyata keadaan suaminya lebih parah jika dibandingkan saat masuk ICU pertama kali dulu. Saat menemui suaminya, wanita itu tidak diperbolehkan lama- lama bersama suaminya karena suaminya harus istirahat.

Malam itu suaminya harus menginap di ICU. Dengan lemah, suaminya meminta kepada perawat agar istrinya diperbolehkan tidur didalam kamar.
"Kasihan istri saya sus, diluar banyak nyamuk."
Suster membolehkan wanita itu sesekali masuk kedalam kamar.

Karena sangat khawatir dengan keadaan suaminya, wanita itu lalu memutuskan untuk menelpon kedua anaknya, mengabarkan keadaan ayah mereka saat itu.

Si sulung shock, dan langsung bergegas mencari tiket pesawat yang bisa membawanya pulang ke kampung halamannya secepatnya.

Si bungsu pun sama, dia langsung mencari kendaraan yang bisa membawanya pulang ke Sidoarjo malam itu juga.

Wanita itu sendirian di luar kamar rawat suaminya.
Hanya bisa memandang suaminya yang terbaring lemah sambil memanjatkan do'a kepada Sang Pemilik Nyawa agar rasa sakit yang mendera suaminya itu segera hilang dan suaminya bisa segera pulang kerumah dalam keadaan sehat.

Sendirian dan lemah, namun mulut wanita itu tidak pernah berhenti mengucapkan do'a untuk kesembuhan suaminya.

Kemudian mendadak perawat memanggil wanita itu untuk segera masuk ke kamar. 
Rupanya kondisi suaminya semakin kritis.
Saat wanita itu masuk, keadaan suaminya sudah sangat memprihatinkan.
Pria itu memegang dadanya yang teramat sakit, mulutnya megap- megap menahan rasa sakit yang hebat.

Sakaratul maut. Itulah yang sedang dialami suaminya sekarang.
Wanita itu mendekat lalu memegang tangan suaminya, melantunkan do'a- do'a dengan khusyuk.
Tidak ada waktu untuk menangis, semua perhatiannya tercurah untuk melantukan do'a.

Dia ingin menjadi kuat agar suaminya juga menjadi kuat. Selama ini suaminyalah yang menjadi penopang hidupnya, sekarang saatnya bagi wanita itu untuk membalasnya, menjadi penopang bagi suaminya. Menjadi penguat disaat suaminya lemah.
Jadi dia tidak boleh lemah, dia harus kuat.

Perawat dan dokter berusaha semampu mereka,namun mesin pendeteksi detak jantung akhirnya menunjukkan sebuah garis lurus dilayarnya.
Suaminya meninggal.

Lalu apa yang dilakukan wanita itu?
Menangis meraung- raung?
Pingsan ditempat?
Memukul- mukuk dada suaminya dan berharap hal itu bisa menghidupkan suaminya lagi?
Tidak.

Dengan penuh ketabahan, wanita itu mengucapkan "Innalillahi wa'inna ilaihi roji'un" dan menghayati penuh artinya, "Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali."

Hanya ada kepasrahan mendalam dalam menjani takdir yang telah ditetapkan Allah atas dirinya dan suaminya.
Dengan akal sehat yang masih tersisa didalam dirinya, wanita itu mengusap wajah suaminya dengan lembut. Lalu menata tangan suaminya seperti posisi tangan orang yang sedang sholat. Telapak tangan kanan diatas telapak tangan kiri, diletakkan diatas dada. Lalu mengecup pipi suaminya sebagai tanda perpisahan.

Berusaha kuat untuk menahan tangisnya agar saat anaknya datang, dia bisa memberitahukan kabar sedih itu dengan penuh ketabahan.
Dia juga akan menjadi penopang untuk anak- anaknya.
Menghibur mereka saat kabar sedih itu mereka terima.

Itulah keajaiban cinta yang sesungguhnya. Hanya kekuatan cinta yang menguatkannya.
Cintanya pada suaminya begitu kuat hingga akal sehatnya masih bisa berjalan dan memikirkan bahwa lebih penting membenarkan posisi tubuh suaminya seperti posisi orang yang sedang sholat sebelum tubuh suaminya menjadi kaku, daripada menangis meraung- raung meratapi nasibnya.
Cintanya pada anak- anaknya begitu kuat hingga dia bersedia menjadi penopang dan penghibur hati mereka, dan bukan sebaliknya. Karena dia adalah seorang ibu, penjaga dan pelindung anak- anaknya.

Biarlah dia akan menikmati kesedihannya sendiri nanti, akan ada banyak waktu untuk melakukannya, tapi itu nanti, tidak sekarang, tidak saat anak- anaknya lemah karena berita duka itu.

Lalu siapakah wanita perkasa itu? Wanita tangguh yang mampu menyembunyikan remuk hatinya saat menemani sakaratul maut pria yang telah bertahun- tahun menemani hari- harinya?
Wanita yang mampu mempertahankan akal sehatnya saat suaminya meninggal dunia tepat didepan matanya?
Wanita kuat dengan ketabahan sekuat batu karang yang mampu menguatkan perasaan anak- anaknya saat perasaannya sendiri hancur lebur?

Wanita itu adalah orang yang selalu kupanggil dengan sebutan mama.
Ya, beliau adalah ibuku.
Dan akulah anak sulungnya, yang bergetar hebat saat mama menceritakan kisah itu padaku.
Sebagai anaknya, aku sendiri belum tentu bisa meneladani ketabahannya jika aku berada dalam kondisi mama saat itu.

Wanita adalah makhluk lemah, namun disisi lain bisa menjadi sangat kuat, terutama jika itu menyangkut keluarganya.
Keajaiban cinta dan pengabdian mampu membuat seorang wanita lemah menjadi sekuat batu karang.
Wanita adalah sosok nyata dari keajaiban cinta.



Alasan saya menginginkan buku A Miracle of Touch ini karena novel ini adalah novel pemenang berbakat novel Amore di GPU. Bukan sebuah penerbit kecil, ini penerbit GPU, jadi pastinya novel ini sangat berkualitas dan sangat bagus, hasil karya pilihan yang dipilih oleh tim sekelas penerbit GPU. Ditambah lagi setting novelnya diluar negeri (tepatnya di Singapura) dengan tokoh utama dari India dan disisipi beberapa kalimat berbahasa India sebagai pemanis, kombinasi tersebut pasti menjadikan novel ini ciamik dan patut dibaca.


~Alhamdulillah jadi juara tambahan~

Rabu, 18 Desember 2013

Dear Yayah...

Dear yayah..

Lucu juga rasanya, setelah 6 tahun menikah, dan 7 tahun lebih mengenalmu, baru kali ini aku membuat surat cinta untukmu.
Maaf karena hanya berupa tulisan sederhana, bukannya puisi cinta yang penuh kata- kata manis.

Sejak ijab qabul kau ucapkan dengan lantang enam tahun lalu, sejak saat itulah sampai detik ini aku bersyukur menjadi istrimu.
Sangat mengagumkan bagaimana perlakuanmu pada kami, keluarga kecilmu, hingga mampu membuat pendar cinta itu tetap menyala meski enam tahun berselang.

Jatuh cinta pada seseorang adalah hal yang sangat biasa, tapi jatuh cinta pada orang yang sama, pada orang yang selalu kita lihat setiap harinya selama enam tahun, itu baru hal yang luar biasa.
Merasa sangat nyaman, sangat dekat dan sangat terhubung denganmu membuat pernikahan ini sangat nikmat untuk dijalani.

Bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta padamu, jika saat pulang kerja, kau menyembunyikan kelelahanmu lalu bertanya padaku "Mau keluar ngemil bakso nggak?," karena kau menangkap sinyal 'bosan dirumah' dariku.

Bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta padamu, saat kau tertawa lepas, mengajak anak- anak bermain, dan membuat mereka sangat dekat padamu hingga si bungsu menangis saat kau berangkat kerja dan bersorak gembira saat mendengar kau pulang kerja.

Bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta padamu, jika di hari liburmu kau sangat memanjakanku, mengerjakan bermacam- macam pekerjaan rumah tangga dan memintaku beristirahat di hari itu.

Bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta padamu, jika kau telah menanggalkan egomu, selalu mementingkan kepentingan kami diatas kepentinganmu sendiri.

Bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta padamu, jika aku merasa sangat dipahami. Kau tahu arti 'diam'ku, kau paham betul bagaimana menghadapi mood ku yang kadang naik turun karena hormon kehamilan ini, kau paham betul bagaimana cara menangkapku saat aku terjatuh dan membuatku mampu tegap berdiri lagi.

Bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta padamu, jika wajahmu terlihat begitu bercahaya setelah berwudhu, penuh sinar keimanan, yang membuatku bersyukur dalam hati bahwa pria di depanku ini adalah suamiku, imamku.

Terima kasih karena telah menjadi suami yang penuh cinta dan kasih sayang selama ini, dan selalu membimbingku dengan segala kelembutan dan ketegasanmu agar aku menjadi istri dan ibu yang baik.

Terima kasih karena telah menjadi ayah yang baik untuk anak- anak, yang selalu mampu meluangkan waktu bersama, sekalipun disaat kau  sedang lelah.

Terima kasih karena telah menjadi imam yang sholeh, yang selalu membimbing kami untuk mempersiapkan bekal di akhirat nanti serta selalu menjaga keimananmu sendiri dan keimanan kami agar tidak goyah.

Terima kasih karena telah menjadi kepala rumah tangga yang baik, yang mampu membuat keputusan- keputusan yang tepat, mampu menyikapi dengan bijak berbagai masalah yang timbul, dan mampu menjadi nahkoda yang mengendalikan kapal ini hingga tetap kokoh melewati berbagai badai dan batu karang.

Akhir kata, semoga Allah tetap mempersatukan kita dan anak- anak dalam satu ikatan kuat yang bernama keluarga.
Semoga kita tetap berjodoh hingga akhir hayat.
Dan semoga kau tidak berniat untuk berpoligami, karena aku belum siap membagimu dengan wanita lain.
Aamiin yaa Rabbal 'alamiin.

With love,
Istrimu tersayang.




Tulisan ini diikutsertakan dalam GA KUSEBUT NAMAMU DALAM IJAB DAN QABUL di www.jarilentikyangmenari.blogspot.com dan www.elitaduatnofa.blogspot.com

Selasa, 17 Desember 2013

Let's go to Singapore!

Saya dan keluarga kecil saya, suami dan anak- anak, sejak tahun 2012 menetap di Batam. Jarak antara Batam ke Singapura tidaklah terlalu jauh, hanya menyeberang dengan kapal Ferry selama kurang lebih 45 menit.

Karena dekatnya jarak Batam ke Singapura, kamipun beramai- ramai membuat paspor, termasuk mama di Surabaya.

Bulan November tahun 2012. Saat itu saya sedang mengandung anak kedua saya. Dan mama sengaja datang ke Batam, tujuan utamanya untuk menemani saya melahirkan nantinya, dan tujuan sampingannya untuk berlibur ke Singapura sebelum perut saya semakin membesar.

Sebelumnya yayah, suami saya, pernah ke Singapura dalam rangka urusan kerja, jadi dia pergi sendirian. Karena yayah sudah pernah mengunjungi Singapura, walau sekali, jadilah yayah menjadi tour guide bagi kami. Dan yayah juga mencari banyak informasi sebelum keberangkatan kami, tentang tempat wisata dan alat transportasinya. Tidak lupa membeli peta Singapura setelah tiba disana. 

Jadi di bulan November tahun 2012 itu kami semua, termasuk mama, berangkat ke Singapura. Rencana kami akan seharian berada di Singapura. Pergi dengan Ferry pertama dan pulang dengan Ferry terakhir. Tidak pakai acara menginap. Jadilah pagi- pagi kami berangkat ke pelabuhan Sekupang, pelabuhan yang terdekat dengan rumah kami.

Selama di Singapura, setiap akan mengunjungi suatu tempat, kami selalu menggunakan MRT. Yaitu kereta listrik monotrail. Lalu berjalan kaki ketempat wisata yang kami tuju.

Ini adalah foto stasiun MRT, saya dan mama berjalan cepat di sepanjang stasiun agar cepat naik kedalam MRT.

Tujuan pertama kami adalah Land mark Singapura. Apalagi kalau bukan Patung Singa di Merlion Square.

Mama terlihat senang sekali karena sudah sampai di Merlion Square dan berfoto di depan patung Singa, kebanggaan warga Singapura itu.

Masih di Merlion Square.
Melepas lelah setelah berjalan jauh. Tapi tetap senang karena kami adalah ibu dan anak pecinta travelling.

Setelah puas berfoto- foto di Merlion Square, kami pun melanjutkan perjalanan ke Bugis Market di Bugis Street, pasar oleh- oleh terbesar di Singapura.
Tidak sempat berfoto- foto disana karena saya dan mama langsung terpukau dengan pasarnya. Begitu banyak barang yang dijual, oleh- oleh khas Singapura, baik itu kaos, gantungan kunci, magnet kulkas dll. Juga makanan dan minuman khas Singapura. Bahkan asesoris HP yang lucu dan unik juga dijual disini.

Ramai sekali sepanjang jalan Bugis Street itu, dan pasarnya pun dipenuhi pengunjung sehingga kami harus berdesak- desakan dengan pengunjung lain dan berusaha agar tidak terpisah satu sama lain.
Sulit untuk mengontrol sikap konsumtif saya dan mama saat disuguhi beraneka macam barang khas Singapura dengan harga yang miring saat berada di Bugis Market. Untunglah ada yayah yang selalu mengerem saat kami hampir gelap mata membelanjakan uang Dolar Singapura kami.

Setelah lelah berbelanja, kami pun makan siang sebentar di sekitaran Bugis Street.
Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Orchard Road. Dengan menggunakan MRT tentunya.

Orchard Road ternyata adalah jalanan panjang yang di kanan kirinya berjejer toko- toko yang menjual barang bermerk dan mahal. Kami hanya sekedar lewat saja disana, tidak berani masuk ke toko-toko itu karena takut shock dengan harga yang ditawarkan. Saya dan mama bukanlah pecinta barang- barang bermerk, jadi kami sebentar saja berada di Orchard Road, hanya ingin tahu saja seperti apa Orchard Road itu yang termyata kawasan elite untuk orang- orang kaya.

Lelah berkeliling Singapura, kami pun langsung naik MRT dari Orchard Road menuju pelabuhan Harbour Front dan membeli tiket untuk naik ferry ke Batam.

Begitulah cerita liburan seharian di Singapura bersama saya, mama, dan keluarga kecil saya. Sangat melelahkan memang, tapi juga sangat menyenangkan.
Dengan persiapan matang dari yayah, maka Alhamdulillah  liburan pertama kami ke Singapura berjalan dengan lancar.



Artikel ini diikutkan dalam mini kontes masroqib.com

~Alhamdulillah jadi juara kedua~

Sabtu, 14 Desember 2013

Hepi hepi bareng mama

Mama suka jalan- jalan, saya juga.
Mama suka wisata kuliner, saya juga.
Mama suka shopping, saya juga.

Jadi saat saya mudik, akan selalu ada acara jalan- jalan bersama, wisata kuliner bersama, dan shopping bersama.

Di foto ini adalah liburan kami di BNS (Batu Night Spectacular) di Batu, Malang, Jawa Timur.

Sehatlah selalu ma, agar kita bisa hepi- hepi bersama dilain waktu.

~jumlah karakter: 315 karakter~

Foto ini diikutkan kontes #NaGaBONarCintaIbu

~Alhamdulillah jadi juara, dapet kaosnya~

Jumat, 13 Desember 2013

Aria's Masterpieces [Part 1]

Berikut ini adalah beberapa hasil karya Aria, 5 tahun.
Takutnya nanti tidak sengaja terbuang lalu tidak ada kenang- kenangannya, jadi saya abadikan saja karyanya disini sebelum hilang.

Karya- karya Aria yang saya abadikan di blog ini adalah karya Aria yang menggugah hati saya. Jadi merupakan karya dengan makna tertentu dan bukan sekedar gambar biasa atau bukan karya biasa.

Aria lebih suka menggambar menggunakan pensil atau bolpen daripada menggunakan crayon, pensil warna dan semisalnya.

Inilah hasil karya Aria.

Kartu sederhana ini dibuat dari kertas lipat yang dilipat menjadi dua sehingga menyerupai sebuah kartu ucapan.

Kartu ini dibuat pada tanggal 11 Desember 2013, pada malam hari saat Aria saya suruh belajar karena sedang menghadapi evaluasi belajar di sekolahnya.

Sebelum mulai belajar, Aria menyerahkan kartu ini pada saya.
Kartu yang bertuliskan kata "mama" di sampul depan kartu dengan gambar hati.

Setelah saya buka ternyata ada lebih banyak hati dan bunga, juga tulisan kata "mama" di dalam kartu.
Kartu ini berhasil membuat saya terharu dan mbrebes mili. Apa ya bahasa indonesia untuk mbrebes mili? Berkaca- kaca mungkin adalah kata yang tepat.

Segera saya berterima kasih dan menciumnya dengan sayang.

Gambar ini dibuat pada tanggal 9 Desember 2013.

Selama seminggu penuh, Aria belajar dengan rajin dalam rangka menghadapi evaluasi belajar di sekolahnya.
Lalu di hari Minggu, saat dia saya istirahatkan untuk belajar supaya tidak penat, Aria membuat gambar ini.

Yayah -suami saya- lah yang pertama kali mengetahui gambar ini.
Yayah menghampiri saya di dapur lalu berkata, "Mah, Aria bikin gambar Pizza Hut, ayo kita ke Pizza Hut".
Penasaran, saya pun menghampiri Aria dan melihat gambarnya.
Saya heran karena Aria menuliskan kata "Pizza Hut" dengan benar. Jadi saya tanya yayah, apakah dia yang menyuruh Aria atau mengajari Aria menulis kata Pizza Hut? Ternyata tidak. Yayah mengetahui gambar itu setelah jadi. Jadi tulisan "Pizza Hut" adalah tulisan Aria sendiri. Saya heran, bagaimana dia bisa menulis kata dalam bahasa Inggris? Bagaimana dia tahu kalau menulis "Pizza" dengan dobel "z". Dan menulis "Hut" dengan ejaan yang benar dan bukannya "Hat"?
Entahlah..

Dan gambar gedung di sebelahnya adalah "Time Zone".

Awalnya dia bermaksud menulis kata "Lempar- lempar ikan". Karena itulah permainan yang sering kami mainkan sekeluarga jika mengunjungi Time Zone. Dan karena Aria susah mengucapkan kata "Time Zone" jadi selama ini dia menyebutkan kata "Lempar- lempar ikan" untuk menggantikan kata "Time Zone".

Di gambar itu Aria tidak bisa menuliskan kata "Lempar- lempar ikan" dengan benar, jadi hanya dituliskan "Paripir".
Lalu dia meminta saya mendiktekan cara menulis kata "Time Zone".

Dan demi mewujudkan keinginan Aria sekaligus refreshing sejenak setelah seminggu full belajar, hari itu kami sekeluarga bermain di Time Zone dan ditutup dengan makan malam di Pizza Hut.

Tetaplah berkreasi, anakku. Mama akan selalu mendukungmu.

Selasa, 10 Desember 2013

Sayangku mama

Kalau Aria sedang manja, dia akan memeluk mama lalu menghujani mama dengan ciuman, seraya berkata, "Sayangku mama."
"I love you, Aria," balas mama.
"I love you too, Mama," ucap Aria sambil kembali mendaratkan ciuman di pipi mama.

What a precious moment.


Foto ini diikutkan dalam kontes #NaGaBONarCintaIbu

~jumlah karakter keterangan foto: 215 karakter~

Minggu, 08 Desember 2013

Day 5: Selamat datang di Nusabatam

Topik tantangan di hari kelima adalah tentang foto daerah sekitar tempat tinggal. Jadi langsung saja, saya membuka pintu rumah dan mengabadikan 'pemandangan' di depan rumah saya dalam sebuah foto.

Saya sendiri nggak tahu itu namanya apa :p
Sebuah bukit kapur? Atau gundukan tanah yang besar dan melebar? Entahlah, apapun itu, 'pemandangan' itu menjadi santapan sehari- hari bagi kami setiap membuka pintu rumah.

Salah satu alasan kami mengambil rumah yang kami tempati sekarang adalah karena di depan rumah tidak ada rumah tetangga yang berhadapan langsung dengan rumah kami. Tidak nyaman rasanya jika kami membuka pintu dan melihat tetangga sedang beraktifitas di seberang rumah.

Seperti pada perumahan umumnya, rumah antar warga akan diatur berjejer dan berhadapan. Dan rumah yang kami tempati sekarang ini berada di pinggir batas perumahan, jadi di seberang rumah kami dibangun pagar pembatas perumahan.

Kemudian saya sengaja berjalan- jalan pagi bersama kedua anak saya, hanya untuk memfoto daerah disekitar rumah demi memenuhi tantangan ini.

*Aria numpang narsis*
Ini adalah taman di pusat perumahan tempat tinggal saya, Nusabatam.
Kalau sore, warga Nusabatam, khususnya ibu- ibu beserta anak- anaknya akan berkumpul di taman ini.
Dan saat itu pedagang bakso tusuk (baca: pentol) akan berhenti di salah satu tempat di taman ini, lalu langsung dikerubungi pembeli.

Salah satu penyakit orang Indonesia, adalah suka buang sampah sembarangan. *prihatin*.

Kurangnya kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, menyebabkan taman kebanggaan warga Nusabatam ini menjadi kotor dan tidak nyaman dilihat. Sungguh sangat disayangkan.

Di ujung depan adalah pintu gerbang perumahan Nusabatam.
Cuaca pagi ini cerah sekali, udara segar karena semalam diguyur hujan.

Karena topiknya hanya sekitaran tempat tinggal, jadi hanya sampai disini hasil bidikan kamera HP saya, yang memotret daerah sekitar perumahan tempat tinggal saya. Perumahan Nusabatam, Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Tiada ada kata lain, selain... Bahagia


Hal yang paling membahagiakan bagi seorang ibu adalah berkumpul bersama anak- anaknya dan melihat mereka berbahagia.

Tawa lepas dan pelukan hangat, adalah bukti nyata kebahagiaan kami.

Foto ini diambil saat mama, papa dan adik saya berkunjung ke Bali demi melepas rindu pada saya yang sedang merantau ke Bali saat itu.

~keterangan foto: 316 karakter~


Foto ini diikutkan dalam #NaGaBONarCintaIbu


Jumat, 06 Desember 2013

Day 4: Aktor dan aktris favorit, versiku.

Topik di tantangan hari ke-4 ini lumayan membuat saya berpikir lama untuk menyebutkan 5 aktor dan aktris favorit saya.

Bagi saya, lebih dari sekedar wajah tampan dan cantik untuk bisa menjadi aktor dan aktris favorit. Cerita film yang bagus dan karakter unik yang mereka bawakan menjadi poin penting agar nama mereka membekas di ingatan saya. Karena saya bukan hanya sering lupa dengan judul film atau jalan cerita film yang pernah saya tonton, tapi saya juga sering lupa nama aktor dan aktrisnya.

Tapi 5 aktor dan aktris di dalam daftar ini saya ingat betul namanya dan karakter mereka saat memerankan tokoh di film yang pernah saya tonton.

1. Takuya Kimura

Bagi orang- orang yang besar di tahun 90-an seperti saya, khususnya para wanita, kemungkinan besar pernah menonton dorama (drama Jepang) yang pernah ditayangkan di indosiar pada tahun 2001 (kalau nggak salah) ini, judulnya Long Vacation.

Sama seperti Tokyo Love Story, Ordinary People, dan Anything From You, semuanya adalah judul dorama yang fenomenal ketika itu. Dan kebetulan semuanya ditayangkan di indosiar. Dan yang paling berkesan buat saya adalah judul Long Vacation dengan Takuya Kimura sebagai aktor utamanya.

Setelah Long Vacation, saya mengikuti dorama lain yang diperankan oleh mas yang satu ini, bahkan saya juga men download lagu- lagu dari SMAP, grup band dimana Takuya Kimura menjadi salah satu personilnya.

Kalau jaman sekarang Kim Bum atau Lee MinHo bisa bikin para cewek histeris, kalau jaman saya dulu ya wajah seperti difoto ini yang membuat saya klepek- klepek. Hahahaaa...

2. Jonathan Rhys Meyers

Mungkin nggak banyak orang yang kenal mas yang satu ini.
Saya sendiri awal kenal Rhys Meyers sejak nonton August Rush. Filmnya bagus banget, dan saya jadi ingat betul nama si mas ini. Lalu saya mulai mencari tahu filmography nya.
The Escape From Huang Shi.
From Paris with Love.
Dan yang terakhir, film horror, 6 Souls.
Menonton film- film itu hanya karena Rhys Meyers ada didalamnya. Alasannya? Karena suka lihat mukanya mas ini, dan film- filmnya ternyata memang bagus.

3. Robert Downey Jr.

Pasti kenal dong sama Bapak yang satu ini. Ya, inilah pemeran Iron Man. Sejak menonton Iron Man saya langsung suka sama Robert Downey Jr. Karakternya sebagai Tony Starks yang unik dan filmnya yang bagus membuat namanya tidak mudah terhapus dari memory saya.

*Jangan lihat saya dengan pandangan begitu dong, Om* :D

4. Yoon Eun Hye

Awal kali kenal mbak ini waktu nonton Drakor (Drama Korea) yang berjudul My Fair Lady. Lalu menurut saya drakor yang dia bintangi ceritanya selalu bagus. Misalnya Coffee Prince, Goong (Princess Hours 2), dan Lie To Me. Selain itu masih banyak lagi drakor dan film Korea yang dia bintangi.

Karakter yang dia perankan juga selalu unik dan meninggalkan kesan yang mendalam buat saya, selain drakornya itu sendiri yang memang bagus jalan ceritanya. Saya suka sekali melihat beraneka ekspresi Yoon Eun Hye di tiap karakter yang dia mainkan. Very cute.

5. Jhonny Depp

Buat saya, Johnny Depp ini sama sekali nggak ganteng. Alasan saya memilih dia sebagai aktor favorit adalah karena karakter yang dia perankan hampir semua unik, selalu aneh dan jarang memerankan karakter yang 'normal'.
Sebagai mad hatter di film Alice in the wonderland.
Sebagai capt. Jack Sparrow  di film Pirates Carribean.
Sebagai Willi wonka di film Charlie and the chocolate factory.
Dan film Johnny Depp yang terakhir saya tonton, The Lone Ranger, perannya disini sebagai indian aneh yang 'pendiam'.
Dan kebanyakan film yang dia perankan menjadi jaminan mutu alias ceritanya bagus, menurut saya sih.




Kamis, 05 Desember 2013

Proyek 2014: Fokus pada anak- anak

Saya ini tipe orang yang menjalani hidup dengan sederhana, nriman, dan saya jalani hari demi hari layaknya air yang mengalir.
Tidak ada cita- cita yang menggebu atau target tertentu yang harus saya capai pada batas waktu tertentu pula.
Membosankan ya? Hahaha... Begitulah mungkin pikiran sebagian orang. Tapi bagi saya, cukuplah saya berbahagia di zona nyaman saya sendiri.

Jadi saat ada tantangan berupa proyek monumental di tahun 2014, saya harus berpikir keras, berpikir berhari- hari, apa sekiranya proyek 'monumental' saya di 2014?

Sebagai ibu rumah tangga, keinginan saya tidak jauh- jauh dari soal anak. Bukannya di tahun 2014 saya ingin nambah jumlah anak lagi, bukan. Tapi di tahun 2014 saya ingin fokus kepada anak- anak.


Anak sulung saya, Aria, di tahun 2014 akan berusia 6 tahun.
Target saya, saat berusia 6 tahun nanti, Aria sudah hapal dan lancar bacaan sholatnya, sudah bisa puasa satu hari penuh di Bulan Ramadhan tahun 2014, dan lulus tes masuk SDIT.

Saat ini Aria memang sudah bisa beberapa bacaan sholat, juga sudah hapal gerakan sholat, tapi untuk bacaan sholat yang panjang seperti doa iftitah, doa tasyahud akhir, Aria belum bisa. Dan insyaaAllah pelan- pelan akan saya bantu untuk menghapalkannya.

Soal puasa satu hari penuh, di tahun 2013 ini sebenarnya ada beberapa hari di Bulan Ramadhan dimana Aria ikut puasa penuh bersama kami, orang tuanya. Bahkan di awal belajar puasa penuh, kondisi tubuh Aria sempat drop, demam tinggi. Tapi memang anaknya sendiri yang punya keinginan kuat untuk puasa penuh, jadi bismillah kalau sudah ada niatan yang kuat dari Aria sendiri, maka insyaaAllah semuanya akan lebih mudah.

Selain itu di tahun 2014, usia Aria sudah mencukupi untuk masuk SDIT. Di bulan Februari akan ada tes masuk SDIT yang saya rasa cukup bagus. Jadi saya akan fokus untuk membantu Aria melatih hapalan- hapalannya, supaya bisa lulus tes masuk SDIT.

Anak kedua saya, Hana, di tahun 2014 akan berusia 2 tahun.
Target saya, saat Hana berusia 2 tahun nanti akan bisa lancar bicara dan bisa ke kamar mandi sendiri, lepas dari diapers nya.

Usia emas, dimana saya sebagai orang tuanya harus mampu memaksimalkan periode ini.
Saat ini Hana selalu meniru ucapan dan tingkah laku orang- orang disekitarnya, khususnya saya dan kakaknya, Aria, yang lebih sering bersamanya dirumah.

Jadi di tahun 2014 nanti, saya akan membelikan Hana lebih banyak buku dan mainan edukatif untuk merangsang sel- sel motoriknya, juga supaya Hana bisa cepat berkata- kata.
Saat ini Hana sudah bisa mengucapkan beberapa kata dan mengerti sedikit ucapan saya.

Tahun 2014 juga saya ingin Hana bisa ke kamar mandi sendiri saat akan buang air.
Saat ini Hana ke kamar mandi kalau dia sudah selesai buang air, dan bukan sebelumnya. Maka saya harus lebih sabar dan telaten untuk sering membawa Hana ke kamar mandi, sebelum dia buang air agar dia paham bahwa sebelum buang air seharusnya pergi ke kamar mandi dulu.

Karena menurut perkiraan dokter insyaaAllah saya akan melahirkan pada bulan April 2014, jadi fokus saya akan tercurah pada melahirkan secara normal dan memberikan ASI exklusif untuk bayi saya.

Tapi saya tidak mau Aria dan Hana terbengkalai. Saya ingin tetap menjadi madrasah terbesar untuk anak- anak saya. Ingin selalu mendampingi mereka belajar dan menemani disebagian besar waktu mereka.

Solusinya adalah saya harus pintar membagi waktu.
Masalah pekerjaan rumah tangga, saya sudah bicara dengan yayah, suami saya, bahwa dengan adanya tiga anak dirumah, saya akan membutuhkan pembantu rumah tangga untuk membantu  membereskan pekerjaan rumah tangga seperti bersih- bersih rumah, mencuci, setrika.
Dan yayah setuju. Yayah menekankan bahwa pembantu tugasnya hanya untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah, sedangkan anak- anak sepenuhnya menjadi tanggung jawab kami, orang tuanya.
Jadi saat suami bekerja, sayalah yang bertugas mengurus anak- anak, tanpa ada campur tangan dari pembantu. Saat yayah pulang kerja, dia akan membantu sebisanya, membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang tersisa dan membantu mengurus anak- anak. Dan saya sangat setuju dengan hal itu. Karena rumah kami hanya memiliki dua kamar, jadi pembantu akan bekerja dengan sistem bekerja- beres- pulang.

Metode dan prinsip dasar yang harus selalu saya pegang demi tercapainya target ini adalah:
Sabar.
Mudah diucapkan tapi sulit sekali dilakukan. Dengan dua anak seperti sekarang saja kesabaran itu sering kali menguap, apalagi nanti kalau sudah tiga anak, tentu tantangannya akan lebih besar lagi dan kesabaran yang diperlukan pun akan lebih besar.
Mengajari anak kuncinya adalah sabar dan telaten, berulang- ulang dan terus menerus. Prinsip inilah yang harus selalu saya pegang.

No yelling, no hitting.
Memang saya masih belum bisa menerapkan hal yang satu ini pada anak- anak. Tapi sebisa mungkin saya akan menahan diri untuk tidak memukul dan berteriak pada anak- anak. Karena saya sadar betul, dampaknya akan sangat buruk pada perkembangan jiwa mereka dan hubungan kami sebagai ibu dan anak.
Dan sebagai orang tua saya harus selalu memberikan teladan yang baik, dan kalau saya suka memukul atau berteriak, maka tidak akan butuh waktu lama bagi mereka untuk melakukan hal yang sama pada teman- teman atau lingkungannya.

Manajemen waktu yang baik.
Selama ini saya terbiasa untuk mengatur daftar pekerjaan saya dalam sebuah jadwal tidak tertulis yang harus saya jalankan setiap harinya.
Mungkin akan sulit nantinya bagi saya untuk mencuri waktu sekedar hanya untuk mengikuti giveaway atau menulis postingan di blog, bahkan mungkin saya harus merelakan untuk menelantarkan blog dan melewatkan giveaway begitu saja, karena saya bahkan tidak sempat untuk mencari info soal giveaway terbaru.
Tapi kalaupun ingin tetap menulis saya tidak mau sampai mengganggu jatah tidur saya, karena dengan tiga anak nantinya pasti akan sangat melelahkan dan istirahat yang cukup akan sangat saya butuhkan.

Dilarang stress.
Kedua anak saya masing- masing mendapatkan hak ASI eksklusif dari saya,  karena itu untuk anak ketiga ini nantinya, insyaaAllah saya juga ingin memberikan haknya, yaitu ASI.
Dan otak sangat mempengaruhi ASI, kalau saya stress, besar kemungkinan ASI saya akan mampet. Selain itu bayi juga dapat merasakan emosi ibunya, jadi kalau saya stress, bayi akan jadi rewel karena terpengaruh emosi ibunya.

Kerjasama Tim yang kompak dengan suami.
Saya tidak akan mampu melakukan semuanya sendiri. Tentu saya akan butuh bantuan dan dukungan suami. Tapi saya harus ingat betul, bahwa suami juga sudah lelah bekerja jadi saya harus menahan diri untuk memaksanya melakukan semua apa yang saya mau. Saya juga harus mampu bertoleransi pada suami. Yang penting adalah saling membantu dan saling menghargai, tahu apa saja tugas masing- masing tanpa disuruh.

Begitulah, proyek pribadi saya di tahun 2014 yang mulai saya persiapkan dari sekarang. Memang tidak 'cetar' dan menghebohkan, hanya sebuah keinginan sederhana dari seorang ibu rumah tangga biasa. Pelan- pelan akan saya usahakan untuk tercapai satu persatu.

Ikhtiar maksimal, dan dilanjutkan dengan tawakkal (doa) yang maksimal pula, adalah kunci sukses segala usaha. Karena sebagus apapun manusia berencana, Allah lah yang Maha Berkehendak. Maka rencanakanlah semua dengan baik, kemudian lakukan usaha yang maksimal, selanjutnya biar Allah bekerja dengan caraNya dalam memberikan hasil pada usaha kita.


  1. Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan:Proyek Monumental Tahun 2014.

Day 3: Shuffled my playlist


Gambar dari sini  

Berhubung smartphone yang biasa aku pakai habis di upgrade iOS nya, dan belum sempat (bahkan males) mindahin mp3 dari library nya laptop ke HP, jadilah aku pakai playlist dari iPad.
Isi lagu- lagu di iPad kurang lebih sama dengan yang di HP sebelum di upgrade, hanya ada banyak penambahan lagu- lagu baru di HP daripada di iPad.
Jadi intinya, library musik di iPad adalah koleksi lagu- lagu lama favoritku.

Jadi tantangan di hari ketiga ini adalah mengubah playlist mp3 di HP jadi mode acak (shuffle).

Dan inilah 10 lagu yang muncul, lagu- lagu jadul terfavoritku. Cekidot.

1. Wake me up when September ends - Green Day.
Kalau mau dibikin peringkat untuk lagu- lagu Green Day favoritku, lagu ini akan jadi peringkat teratas. Biasa denger lagu- lagu Green Day yang semangat, tiba- tiba denger lagu mereka yang mellow begini, enak banget didengerinnya.
Dan kalau aku sedang dalam suasana mellow, biasanya secara tidak sadar aku akan langsung menyanyikan lagu ini.

2. Hello Hello - Jang Geun Suk ( OST Mary Stayed Out of Night).
Kebiasaanku, kalau suka sama Drama Korea atau anime. Pasti langsung aku download soundtrack nya. Dan pas habis nonton drakor judul ini, langsung aku download soundtracknya dan langsung nyari lagu ini.
Karena di dalam cerita drakornya, si aktor pemeran utamanya ngasih lagu ini buat ceweknya, tapi lagunya masih berupa melodi dari gitar aja, dan ceweknya yang ngasih lirik. Dan jadilah lagu ini.
Begitu ceritanya :)

3. My Happy Ending - Avril Lavigne.
Suka sama lagunya, khususnya pada liriknya yang ini:
So this time you were pretending
So much for my happy ending

Cerita lagunya tentang cewek yang diselingkuhi sama cowoknya, versi Avril Lavigne :D

4. I do - Colbie Caillat.
Sukaaaaa sama lagu ini. Ceria ceria menggembirakan. Kalau lagi denger lagu ini pasti bawaannya jadi ceria deh :)
Lirik dan tema lagunya juga aku sukaaaa banget. Romantis banget ini lagunya :)

5. Kiss Me (Acoustic Version) - Avril Lavigne.
Pada dasarnya aku suka banget sama lagu Kiss Me, versi Sixpence None the Richer. Terus ternyata si mbak favoritku ini, Avril Lavigne, juga bikin versi akustiknya, jelas aku juga suka.
Lagu ini, Kiss Me, baik versi aslinya atau versi Avril Lavigne, dua duanya aku suka :)
Lagunya tenang dan easy listening banget.

6. First Date - Blink 182.
Ini adalah lagunya Blink 182 yang paling aku suka. Aku suka semua lagu- lagu Blink 182 di album Take Off Your Pants and Jacket. Album atau lagu selain di album itu aku nggak suka. Dan lagu ini yang paling keren buatku. Kenapa? Karena liriknya itu lho, menceritakan kencan pertama seorang cowok culun, nggak tau mau ngapain di kencan pertamanya itu.
Mau pegang tangan ceweknya, ragu. Bingung mikirin kesan ceweknya terhadap rambutnya.
Pokoknya si cowok ini nervous abis sampai nggak bisa makan!
Tapi musiknya tetep ala Blink 182. Keren banget deh!

7. Basket Case - Green Day.
Idiihhh, ini lagu jadul banget.
Sebenarnya aku mulai suka Green Day waktu album American Idiot mereka keluar. Awalnya cuma suka American Idiot, terus aku cari lagu- lagu Green Day yang lainnya, terus nemu lagu jadul ini dan langsung suka :)

8. Jet Lag - Simple Plan feat. Natasha Bedingfield.
Sering banget nyanyikan lagu ini sama Aria -anak sulungku-. Lagunya bersemangat banget meski temanya rada sedih, Long Distance Relationship.

9. Sobakasu - Judy& Mary (OST Rurouni Kenshin).
Kalau lagu ini adalah soundtrack dari anime jadul favoritku, Rurouni Kenshin.
Semua soundtrack dari anime ini bagus- bagus, pake banget.
Lagu ini penuh semangat banget, meskipun yang nyanyi cewek, cocok banget sama animenya.
Apakah aku hapal liriknya? Jelas dong >.<
Apakah aku ngerti terjemahan liriknya? Nggak :D

10. I'm Yours - Jason Mraz.
Lagunya yang menenangkan hati. Tenang dan easy listening.
Dan kalau mood yayah -suamiku- sedang bagus dan sisi romantisnya sedang muncul, maka dia akan ikut bernyanyi bersamaku waktu aku sedang menyanyikan lagu ini. Pas banget dinyanyikan bersama pasangan.

Rabu, 04 Desember 2013

Day 2: Hobi, sang pengusir stress ala Juwita

Nah, tantangan hari kedua di Tantangan nge-Blog 30 hari topiknya adalah tentang hobi masing- masing.

Buat emak- emak sibuk seperti aku, rasanya agak susah mencuri waktu untuk menyalurkan hobi. Tapi setiap harinya, demi menghilangkan penat atau stress akibat rutinitas bergelut dengan pekerjaan rumah yang seperti tidak ada habisnya, aku harus bisa meluangkan waktu untuk menyalurkan hobi ku.
Waktu untuk bisa membahagiakan diri sendiri, waktu untuk membuat rileks diri sendiri, aku biasanya menyebutnya dengan me-time.
Me-time, meskipun cuma sebentar (setengah jam, atau satu jam, atau kalau bisa sih berjam- jam, kalau memungkinkan) tapi aku usahakan untuk menggunakannya untuk diriku sendiri, tanpa diganggu anak atau suami. Namanya juga, me-time :D
Jadi intinya, me-time anggap saja sama dengan hobi-time.

Nah, apa aja sih hobiku? Apa saja sih yang biasa aku lakukan untuk mengisi me-time ku?

1. Ngutek HP.
Smartphone yang berhasil mencerahkan hari- hariku adalah iPhone 4. HP ini sebenarnya sudah aku miliki 2 tahun lalu dengan iOS jadul bawaan HP. Kemudian beberapa bulan lalu, yayah -suamiku- akhirnya mengabulkan permintaanku untuk upgrade iOS ini HP. Dari iOS 4 langsung ke iOS 7. Dari sebuah HP jadul yang sangat terbatas untuk download aplikasi, sekarang HP ini aku lengkapi dengan beraneka aplikasi.

Mulai dari aplikasi editing foto, aplikasi untuk membaca manga secara online, aplikasi making video, aplikasi office, aplikasi untuk men download musik dan video, juga beraneka aplikasi chatting dan social media. Termasuk aplikasi Blogger, karena laptop sedang dimuseumkan karena rusak jadi aku melakukan semua hobiku dari sebuah HP, termasuk menulis dan nge-Blog.

Dengan banyaknya aplikasi di dalam HP ku, membuat aku betah berlama- lama ngutek HP.
Biasanya sih waktu untuk aku ngutek HP adalah saat Aria -putra sulungku- sedang sekolah sedangkan Hana -anak keduaku- sedang tidur.
Selain itu waktu yang aku gunakan untuk ngutek HP adalah malam hari saat semuanya sudah tidur.

Inilah beberapa aplikasi yang ada di dalam HP ku

Saat ini hobi menulis dan edit foto hanyalah menjadi sebuah hobi pelarian dari keruwetan rutinitas harianku, jadi tujuannya hanya untuk bersenang- senang. Belum ada tulisan yang 'menjual', atau yang berisi motivasi tinggi untuk para pembacanya atau bahkan dimuat di media, atau bahkan terbit menjadi sebuah buku atau novel. Tapi aku harap, suatu hari nanti aku akan bisa fokus dan meluangkan lebih banyak waktu berkualitas dengan menulis, sehingga tulisanku kelak akan berubah menjadi lebih dari sekedar goresan tanpa makna.

2. Membaca manga (komik).
Saat ini koleksi komikku sudah lumayan banyak sampai- sampai tidak ada lagi tempat untuk menyimpannya.
Jenis komik yang aku suka adalah yang mini seri, jenis yang one shoot (satu buku tamat), atau yang tamat di seri kedua atau ketiga.

Selain suka membaca komik secara fisik, aku juga suka membaca komik online. Komik online ini kadang tidak diterbitkan di Indonesia, tentu dengan terjemahan bahasa inggris.

Kalau sedang mudik ke Surabaya, biasanya aku menyewa komik, yang kebetulan tempat rentalnya masih satu kompleks perumahan dengan rumah ibu ku.
Dalam satu hari aku bisa menyewa lebih dari 10 komik.
Baca-kembalikan-nyewa lagi.

Sebelum membeli atau menyewa komik, biasanya aku akan membaca review nya atau mencari testimonial orang yang sudah membacanya. Jadi meminimalkan salah beli atau salah sewa komik. Kalaupun sampai salah beli, biasanya aku langsung jual lagi, karena tidak mungkin aku baca ulang, jadi daripada cuma menuhin lemari buku, lebih baik langsung dijual.
Kalau salah sewa komik, biasanya kalau ceritanya sudah terasa tidak cocok di hati, langsung aku stop baca kelanjutannya lalu beralih ke judul lain atau langsung aku kembalikan dan menyewa komik lain.

Kadang ada beberapa judul komik yang banyak orang merekomendasikannya, tapi ternyata aku sama sekali nggak suka.
Soal bagus atau tidak kan kembali ke selera masing- masing orang.

Kalau beli komik biasanya aku pilih yang mini seri, tapi kalau nyewa komik aku lebih milih yang seri panjang, karena terlalu sayang untuk beli komik seri panjang, jadi solusinya ya nyewa.


Ini dia komik seri panjang yang unforgettable buatku. Lovely Complex. Gambar dari sini

Yah, demikian penjelasan panjang lebar soal hobiku. Hobi pengisi me-time ku yang sangat berharga. Hobi yang mampu menghiasi hari- hariku, hobi yang mampu membuatku refresh dan bersemangat lagi menjalani rutinitas harianku, hobi yang mampu mengusir penat dan stressku secara instan.

Kalau sudah tenggelam dalam hobiku ini, aku bisa melewatkan jatah tidur siangku, bahkan memangkas jatah tidur malamku. Tapi tidak pernah memangkas jatah anak- anak untuk bersama ibu mereka atau jatah yayah bersama istri tercintanya. Juga tidak melalaikanku dari melakukan segala kewajibanku.



Senin, 02 Desember 2013

Day 1: Juwita, bukan emak emak biasa :D

Hai, hai. Dalam rangka memberanikan diri dan sekaligus nekat ikutan Tantangan nge-Blog 30 hari maka akan aku coba untuk menjawab tantangan hari pertama, yaitu perkenalan.


Namaku Juwita, 'penunggu' blog nggak jelas ini.
Umur 29 tahun, sudah menikah dan dikarunia 2 orang anak, plus sedang hamil 5 bulan.
Hobi membaca, menulis, memasak (?), mengurus anak (?!).

Seorang ibu rumah tangga yang lebih suka membaca shojou manga (komik cewek yang berisi cinta- cintaan), daripada membaca novel atau majalah.
Lebih suka makan daripada masak, tapi demi melaksanakan kewajiban mulia sebagai istri sekaligus ibu rumah tangga yang baik, tetap memasak tiap hari dan melaksanakan rutinitas ibu rumah tangga lainnya, every single day.
Lebih suka menonton anime (animasi dari Jepang yang diaptasi dari komik dan sebaliknya) dan Drama Korea daripada nonton sinetron Indonesia atau infotainment.
Lebih suka berkumpul dengan kasur, bantal, guling, smartphone dan komik, daripada kumpul- kumpul bersama teman di mall atau ngerumpi sore- sore bersama tetangga di depan rumah sambil nyuapin anak :D

Lahir dan besar di Surabaya. Sejak tahun 2007, seminggu setelah menikah langsung ikut suami ke Denpasar, Bali karena dia sudah bekerja disana sejak lulus kuliah.
Setelah puas tinggal di Bali selama 4 tahun, akhirnya kami sekeluarga hijrah ke Batam, Kepulauan Riau, sejak tahun 2011 (atau tahun 2012 ya?) sampai sekarang.

Tidak punya cita- cita yang jelas, hanya menjalani hidup apa adanya dan mengalir begitu saja. Terus berbenah diri menjadi manusia dan hamba Allah yang lebih baik dari hari ke hari, hingga akhirnya mencapai khusnul khotimah (kematian yang baik) dan kekal di dalam surga. Aamiin :')

Angin- anginan. Artinya selalu berubah, alias plin plan.
Beberapa bulan lalu mendadak berniat serius memperbaiki kualitas tulisan dengan banyak menulis.
Akhirnya membuat blog, menulis untuk ikut berbagai giveaway, dan mengikuti komunitas menulis fiksi. Lalu belajar menulis fiksi dan beberapa kali menjawab tantangan menulis fiksi sesuai tema yang ditentukan, sampai akhirnya sekarang jadi males dan mendadak mogok menulis fiksi.

Sekian deskripsi nggak jelas dari saya sebagai perkenalan di awal Tantangan nge-Blog 30 hari ini. Semoga kita bisa bertemu lagi di tantangan hari kedua dan seterusnya sampai hari ke-30 yaa :)


Jumat, 29 November 2013

Alkisah kue tart hijau

Jadi ceritanya, suami saya bukanlah tipe orang yang romantis. Dia lebih cenderung cool, tenang, kalem dan serius.
Selama pacaran, atau bahkan sampai menikah, seingat saya, belum pernah dia memberikan seikat bunga, atau bahkan setangkai bunga, juga kado di hari ulang tahun saya.
Sampai pada ulang tahun saya yang ke-27, dua tahun yang lalu.

Jadi ceritanya, di hari ulang tahun saya, di pagi harinya, suami mengucapkan selamat ulang tahun untuk saya beserta doa khususnya. Hanya begitu saja, tidak ada yang istimewa, bahkan terkesan seperti sebuah formalitas, bahwa dia ingat kalau hari itu saya berulang tahun. Tidak ada pertanda bahwa dia sedang menyembunyikan sesuatu, seperti tertawa cekikikan dan semacamnya. Bukan kebiasaannya juga, sih.
Pokoknya pagi itu kami lalui seperti pagi- pagi yang lain. Hanya diselingi ucapan ulang tahun sepintas lalu. Kemudian dia berangkat kerja dan saya melanjutkan rutinitas rumah tangga seperti biasanya.

Saya juga tidak pernah menganggap bahwa hari ulang tahun adalah hari istimewa yang patut ditunggu- tunggu kedatangannya atau ingin merayakannya secara khusus.
Bagi saya hari ulang tahun hanya sebuah hari yang menandai bahwa umur saya di hari itu bertambah satu dan jatah hidup saya di dunia berkurang satu.
Jadi saya tidak pernah merasa kecewa kalau ada teman atau keluarga yang lupa pada hari ulang tahun saya. It's oke. It's not a big deal at all.

Siangnya, sebuah mobil berhenti di depan rumah. Dan saya mengenali kalau itu adalah mobil yang biasa dipakai kantor tempat suami bekerja untuk mengantar jemput karyawannya, termasuk suami saya.
Saya pikir suami saya pulang lebih cepat.
Ternyata yang keluar dari mobil adalah seorang supir dari tempat kerja suami saya.

Awalnya saya cemas, jangan- jangan telah terjadi sesuatu pada suami saya di tempat kerja.
Saat saya membukakan pintu pagar, saya lihat supir itu sedang membawa sebuah kotak besar bertuliskan nama sebuah toko kue yang cukup terkenal di Batam. 
Rasa khawatir yang tadi sempat muncul, berganti dengan rasa heran, apalagi supir itu cengengesan, seperti menahan tawanya.

"Selamat ulang tahun, Bu. Ini titipan dari pak Aris", ucapnya sambil tersenyum.
Saya pun menerima kotak itu sambil keheranan, kok bisa supir itu tahu kalau hari ini adalah hari ulang tahun saya.
Setelah supir itu pergi, saya pun membuka isi kotak itu.
Ternyata isinya adalah sebuah kue ulang tahun dengan lilin bertuliskan usia saya saat itu dan tulisan nama saya di atas kuenya.


Jelas saya sangat terkejut. Suami saya bukanlah tipe orang seperti itu, yang diam- diam merencanakan memberikan kue ulang tahun saya lewat supir kantornya karena dia sendiri sedang bekerja. Bukan dia banget, deh.

Setelah saya puas terheran- heran dengan kelakuan tidak biasa suami saya, hp saya tiba- tiba berbunyi. Nama suami saya tertera di layar hp.
Dengan tertawa kecil dia bertanya apakah kuenya sudah datang dengan selamat?
Lalu dia bercerita kalau dia merencanakan semua dari kantor. Mulai dari menelpon toko kue, memesan desain dan detil kuenya dan terakhir meminta supir kantor untuk mengambil kue lalu mengantarkannya kerumah.

"Sekali sekali boleh lah", katanya sambil tertawa saat saya memberitahunya kalau hal ini bukanlah seperti sifatnya.
Lalu iseng saya bertanya, kenapa kue nya berwarna hijau?
Dia jawab karena dia ingat saya pernah bercerita kalau dulu mantan pacar saya pernah memberikan kue ulang tahun kejutan yang berwarna biru, warna kesukaan saya, jadi dia tidak mau kuenya disamakan dengan kue mantan pacar saya saat itu, jadi dia asal pilih saja warna hijau untuk warna kuenya. Dan saya langsung tertawa keras mendengar jawabannya.

Mungkin bagi pasangan lain hal semacam ini, mendapatkan kue ulang tahun kejutan dari pasangan, adalah hal yang biasa. Tapi tidak bagi saya, karena hal ini sangat diluar kebiasaan suami saya, dan hal itu dia lakukan karena ingin membahagiakan saya. So sweet sekali bukan?

*****

Saran dan kritik untuk blognya empiee, setelah saya melihat- lihat blognya, saya merasa kurang nyaman dengan banyaknya label/ tag untuk tulisannya. Jadi membingungkan buat yang ingin membaca tulisan empiee.
Tapi saya suka template blognya :)


Minggu, 24 November 2013

Sehari Tanpa Gadget: Aku Milik Kalian Sepenuhnya

Kita pasti sering mendengar istilah Gadget. Apa sih sebenarnya gadget itu?
Setelah saya obrak abrik google dan membaca definisi gadget dari beberapa sumber, dapat saya simpulkan kalau Gadget adalah sebuah piranti elektronik, bentuknya mini atau kecil, yang mempunyai fungsi yang spesifik. Gadget juga selalu up to date, artinya selalu mengalami perubahan menjadi lebih canggih dari versi sebelumnya.
Apa saja yang termasuk Gadget? Yang bisa dikategorikan sebagai Gadget misalnya Smartphone, kamera digital, tablet pc, jam tangan mahal yang canggih, pemutar musik seperti ipod, mp3 player dan sebagainya.

Rutinitas sebagai ibu rumah tangga kadang bisa sangat membuat stress. Melakukan banyak hal sekaligus, anak- anak yang rewel, dan pekerjaan yang seperti tidak ada habisnya, selalu saja ada pekerjaan lain yang menunggu untuk dikerjakan. Karena itulah, saat semua tenang, saya butuh waktu untuk menyenangkan diri saya sendiri, untuk menghilangkan kepenatan itu.

Dan pelarian saya biasanya adalah bersama Smartphone, gadget saya. Sekedar untuk kabur sebentar dari dunia nyata dan berjalan- jalan di dunia maya. Mengetik tulisan untuk diikutkan di Giveaway atau lomba menulis. Window shopping melihat- lihat baju yang ditawarkan di beranda Facebook saya. Atau sekedar mengobrol dengan keluarga di kampung halaman atau beberapa teman lewat aplikasi chatting.

Bisakah saya sehari tanpa Gadget? Bisa. Saat weekend biasanya saya hampir tidak menyentuh Smartphone. Smartphone tersimpan manis didalam tas atau berbaring tenang diatas meja.

Menghabiskan waktu bersama keluarga mampu menyingkirkan Gadget jauh- jauh dari genggaman tangan saya.

Mengobrol bersama suami dan bermain bersama anak- anak adalah keasyikan  tersendiri bagi saya, bahkan tidak jarang kami menghabiskan waktu saat weekend hanya dirumah saja.

Kalau ada gadget, mengobrol terasa hambar dan sering tidak nyambung karena kurangnya fokus dan tidak ada eye contact.
Saya sangat benci hal ini.
Kadang saat saya sedang berbicara, ternyata perhatian suami sedang fokus pada game di smartphone-nya. Sehingga saya harus mengulang pembicaraan karena suami tidak sedang mendengarkan saya sebelumnya. Geregetan rasanya.

Mengobrol tanpa ada gadget di tangan sangat menyenangkan.
Tentu orang lain akan merasa lebih dihargai kalau saat sedang mengobrol, pandangan kita fokus kepadanya.

Biasanya saat sedang tanpa Gadget, waktu bersama anak- anak saya habiskan dengan menonton bersama acara kartun kesukaannya, atau bahkan bersepeda bersama keliling kompleks perumahan di pagi hari. Kadang anak- anak juga membantu ayahnya mencuci mobil sambil bermain air. Suara gelak tawa saat mereka sedang bersenang- senang adalah kebahagiaan yang tak terkira.

Karena si sulung sering diajari membuat pesawat atau bentuk lain dari kertas lipat di sekolah, maka dirumah dia sering mengajak saya membuat aneka bentuk dari kertas lipat. Dan saya menempelkan hasil karya kami di pintu kulkas.



Sekarang saya sedang hamil 4 bulan lebih, dan saya memutuskan untuk mengurangi lebih banyak lagi waktu saya bersama gadget. Saya ingin lebih konsentrasi beribadah. Memberikan nutrisi rohani yang lebih banyak dan lebih berkualitas untuk janin didalam kandungan saya. Dan menghindarkan janin ini dari kemungkinan terpapar radiasi dari sinyal smartphone.

Akhir kata, gunakanlah gadget dengan bijak. Jangan sampai gadget menjauhkan kita dari orang- orang terkasih yang ada di dekat kita, bahkan menganggap mereka seperti tidak ada.
Kita juga harus bisa menguasai diri dan disiplin waktu saat sedang bersama gadget. Tahu kapan harus berhenti dan kembali ke dunia nyata.
Pesan ini khususnya untuk saya pribadi yang sering lupa waktu, lupa anak, lupa suami, dan lupa pekerjaan rumah tangga yang menunggu untuk dikerjakan saat sedang bersama gadget :)

“Tulisan ini diikutkan GA keren Sehari Tanpa Gadget di blog Keajaiban Senyuman lhooooo”

*total kata dengan judul: 561 kata*

Sabtu, 16 November 2013

Berkenalan dengan Dina Kamila

Hai! Hai!
Wuihhh lama sekali rupanya saya mengabaikan blog ini. Nggak mengunjungi, apalagi menulis disini. Sungguh T.E.R.L.A.L.U.

Baiklah, setelah masa vakum yang lumayan lama, saya memutuskan untuk menulis lagi, sekaligus juga berburu Giveaway lagi :)

Di salah satu Giveaway, secara nggak sengaja saya berkenalan dengan Dina Kamila. Dia menuliskan komentar bahwa dia sedang mengadakan Giveaway juga di blog nya dan dia mencantumkan link yang tanpa basa basi langsung saya klik.

Disitulah saya baru tahu kalau Giveaway itu dalam rangka ulang tahunnya dan tema Giveaway-nya adalah review blog miliknya. Saya baca baca lagi syarat dan ketentuannya, ternyata cukup mudah. Sipp, langsung bookmark. Maklumlah, ibu rumah tangga, harus nunggu waktu yang tepat untuk buat tulisan kalau nggak mau digangguin bocah bocah. Apalagi tulisannya untuk diikutkan Giveaway, harus yang cetar membahana badai halilintar kualitas tulisannya kalau mau menang. Jadilah saya harus semedi dulu nyari pangsit, eh wangsit :p

Dan hari ini, saat sedang ada waktu luang, saya buka bookmark di hape saya dan meluncur ke Dina's World.

Saat awal kali berkunjung, yaitu saat mengintip Giveaway yang diadakan Dina Kamila, saya nggak terlalu memperhatikan tampilan blog nya, karena saya fokus mencerna dan menelan persyaratan untuk Giveaway-nya. Juga nggak sempat berlama- lama disana karena langsung bookmark dan tutup browser.

Barulah di kunjungan kedua saya benar- benar memperhatikan Dina's World dengan lebih seksama.

Adem dan damai. Itulah kesan pertama yang saya dapatkan di kunjungan kedua ini.
Warna hijau dan gambar pepohonan beserta padang rumputnya benar- benar match dan menyejukkan mata dan hati saya.
Langsung deh saya sok tau dan sok kenal, menganggap Dina Kamila ini orangnya tenang, kalem, dan cinta dengan alam dan keindahan.
Side bar-nya tidak terlalu penuh dan tertata rapi, atau bahkan terlalu sepi? Bagi saya side bar yang seperti itu justru ramah untuk mata saya.

Font hurufnya pun dibuat setipe, kecuali pada judul blog-nya. Tidak terlalu banyak warna juga pada huruf- hurufnya. Benar- benar simple. I like it :)

If You Never Do, You Never Know.
Begitulah secuil kalimat untuk mendeskripsikan Dina's World. Rupanya Dina tidak takut mencoba hal- hal yang baru dan dengan senang hati belajar dari setiap pengalaman yang didapatnya. Begitulah pesan yang bisa saya tangkap dari kalimat itu.
Kalau diperbolehkan, saya ingin sedikit mengoreksi quote-nya. Akan lebih tepat kalau ditulis: If You Never Do, You'll Never Know. Semoga berkenan :)

Tiba- tiba mata saya menangkap sebuah tulisan berjalan. Drive Your Heart Into The Right Direction. Dan pikiran saya malah melantur, melompat ke sebuah boyband yang pernah (atau masih?) digilai remaja di seluruh dunia, One Direction. *gagal fokus*.

Selanjutnya saya mulai membaca- baca tulisan yang disuguhkan Dina di blog-nya. Saya langsung menuju label tulisan di side bar. Label prosa dan puisi berisi cukup banyak tulisan. Well, karena saya nggak begitu suka dengan prosa, puisi dan semacamnya, jadi saya skip label itu. Jangan tersinggung ya Dina, cuma masalah beda selera aja kok ;)

Selanjutnya saya melihat ada label Flash Fiction disana. Naaahhh... Ini kesukaan saya. Tapi hanya berisi tiga tulisan? Nggak apa. Saya nikmati semuanya, bahkan dua dari tiga tulisan Dina dapat banner Reader's Favorite! *applause*

Beranjak dari label Flash Fiction, saya putuskan untuk membaca beberapa tulisan Dina yang ada di label This Is My Life.
Bukannya kepo trus ingin tahu kehidupan pribadi Dina, tapi ini kan blog, jadi tulisan itu meskipun termasuk dalam label This Is My Life tapi tetap berada dalam batas yang bisa dikonsumsi khalayak ramai, jadi saya yakin pasti akan ada hikmah yang bisa diambil pelajaran dari tulisan itu, dan sah sah saja memasuki kehidupan Dina karena memang itulah yang dia suguhkan di Dina's World.

Tulisan pertama yang saya baca di label This Is My Life adalah Welcome October. Kenapa? Karena i hate October, tapi Dina bilang Welcome October. Hemmm..
Bulan Oktober adalah bulan kelahiran Dina, pantaslah dia menyukai bulan itu. Plus bulan Oktober musim hujan, dan saya lihat Dina sering menulis disaat hujan.
Sedangkan buat saya, bulan Oktober adalah bulan dimana Papa meninggalkan kami sekeluarga, jadi harap maklum kalau saya ingin bulan Oktober lekas berlalu, karena pasti mengingatkan saya dengan kenangan itu. Maaf ya jadi curhat :( *ambil tisu*

Tulisan berikutnya yang saya baca adalah My Birthday Cake. Sungguh mengharukan. Tiga kue dalam satu hari! Betapa banyak orang disekeliling Dina yang begitu peduli dan menyayanginya. Kue demi kue dia dapatkan bahkan sejak  awal dia bangun di pagi hari, tepatnya dibangunkan di pagi buta. Pasti sangat membahagiakan momen itu buat Dina.
Dan lagi, saya bersikap sok tau dan sok kenal, menganggap Dina ini pasti orang yang hangat dan menyenangkan. Buktinya teman- temannya sampai rela ke kost-an Dina malam- malam hanya untuk memberikan surprise, dan modus minta traktiran terselip dibalik batu. Hahahahaa.

Dikelilingi dengan perhatian dan kasih sayang sebanyak itu pasti langsung mengaburkan kenangan pahit soal Hadiah Terburuk.
Kalau sudah ada kenangan indah untuk dikenang, untuk apa terus berkubang dalam kenangan sedih? Pengalaman pahit hanya pantas dijadikan batu pijakan untuk melangkah jadi pribadi yang lebih baik, jadi lebih bijaksana untuk lebih berhati- hati dalam melangkah, bukan untuk disesali dan terus meratapinya.
Tentu, kalimat ini bukan hanya berlaku untuk Dina, tapi berlaku juga untukku :)

Yap! Sekian dulu review dari saya. Sudah terlalu panjang, nanti malah Dina bosan bacanya :)
Adakah saran dan kritik dari saya?
Untuk saya pribadi, sebuah blog yang membuat nyaman pengunjungnya adalah blog yang sederhana, tidak terlalu berat dengan beraneka warna atau font huruf yang beraneka tipe.
Tapi untuk sebagian orang, terutama yang sudah lama berkecimpung di dunia blog, mungkin Dina's World terkesan sepi. Terlalu sederhana, kurang ramai, kurang 'wah'. Saya pun menangkap kesan sepi itu, tapi tidak terlalu masalah buat saya sih.

Yang kedua, soal deskripsi profil Dina Kamila yang tidak saya temukan di side bar Dina's World. Bagi saya, ketika mengunjungi blog untuk yang pertama kalinya, saya akan mencari profil si empunya blog. Fungsinya sih untuk sedikit lebih mengenal si empunya blog sebelum saya mulai menjelajahi isi blognya. Apakah Dina memang sengaja tidak mendeskripsikan dirinya sendiri dan membiarkan pengunjung menerka- nerka dengan bebas seperti apa profil Dina Kamila setelah membaca isi blog?
Well, bagaimanapun itu adalah hak masing- masing pemilik blog untuk mengatur blog mereka sesuai dengan citra yang mereka inginkan.

Akhir kata, Selamat Ulang Tahun untuk Dina. Meski sudah sangat terlambat untuk memberi ucapan selamat, tapi tidak pernah ada kata terlambat untuk mendoakan saudara sesama muslim kan?
Semoga sukses di Semester Tua-nya. Semoga diberikan usia yang barokah. Semoga segala impian dan cita- cita lekas terwujud. Jadilah selalu Dina yang menjadi kebanggaan kedua orang tua. Aamiin yaa Rabbal 'alamin.

Salam kenal dari saya dan semoga silaturrahim kita tetap berjalan meskipun Giveaway-nya telah lewat. :)

~Juwita~


-Tulisan ini diikutsertakan dalam "First Birthday Giveaway Dina's World"-