Senin, 13 Januari 2014

Hari #13: Aku bahagia ^^

Bismillahirrahmanirrahim...

وَاِذْتَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَءِنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَءِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ( ٧)

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." (QS. Ibrahim ayat 7).

Saya merasa bahagia beberapa hari ini. Lho, memangnya sebelumnya nggak bahagia?
Ya bahagia. Tapi beberapa hari ini ada alasan khusus kenapa saya merasa lebih bahagia lagi.

Hidayah.
Mungkin itulah sebutan yang tepat ya.
Sejak merutinkan menulis #1Hari1Ayat, saya jadi lebih banyak membaca terjemahan ayat-ayat Al Qur'an. Bukan hanya membacanya saja, saya juga berusaha memahami apa yang hendak disampaikan Allah melalui ayat itu.
Dan kini saya merasa lebih dekat kepada Allah.

Lalu apa hubungannya dengan beberapa hari ini saya merasa bahagia?
Masih seputar kuis yang saya ikuti di twitter.
Saat saya memenangkan kuis di twitter, kemenangan pertama saya, mention pertama yang saya dapat yang menyatakan bahwa saya menang kuis, saat itulah saya sangat bersyukur bisa menang. Meskipun itu hanyalah SEBUAH kemenangan dimana sebelumnya saya mengikuti puluhan kuis, dan saya hanya memenangkan SATU diantaranya. Namun kenyataan itu tidak sedikitpun mengurangi kebahagiaan saya.
Saya bukan hanya bersyukur di lisan dengan mengucapkan "Alhamdulillah", tapi saya juga benar-benar bersyukur dalam hati. Saya merasa lebih dekat lagi dengan Allah, bahwa Dia selalu mendengarkan do'a saya.

Ibaratnya saya sedang berada di tengah padang pasir lalu mendapat seteguk air. Bukannya lebay, tapi saat mengikuti puluhan kuis, lalu menunggu namun tidak ada satupun mention kemenangan untuk saya, hal itu sangat mengecewakan, meski saya sadar sepenuhnya bahwa dalam sebuah kompetisi ada yang kalah dan ada yang menang.
Kemudian saat saya sudah menyerah dan pasrah, tiba-tiba mendapatkan SATU mention kemenangan, tentu saja hal itu rasanya sangat manis.

Dan mungkin, karena rasa syukur saya di kemenangan pertama itu, pintu rezeki saya tiba-tiba terbuka.
Setelah itu mention demi mention saya dapatkan. Bukan sekedar mention, tapi mention yang mengabarkan bahwa saya menang kuis, lagi.
Semua mention itu datang berurutan, hampir bersamaan, bahkan ada satu hari dimana saya memenangkan dua kuis sekaligus.
Semua ini membuat perasaan saya membuncah bahagia.

Ini pengalaman pertama saya mengikuti kuis di twitter bulan lalu dan hasilnya sangat tidak saya duga.
Alhamdulillah, hadiah kaos, asesoris handmade, sampai beberapa novel pun berhasil saya kumpulkan dan tinggal menunggu paket dari penyelenggara kuis sampai dirumah saya.

Subhanallah..
Maka bersyukurlah, bukan hanya dengan lisanmu, tapi juga dengan hatimu, maka Allah akan menambahkan nikmat-Nya padamu. Percayalah.

Dan tolong, jangan membaca tulisan ini sebagai riya', bahwa saya mengharapkan pujian manusia, atau saya telah sombong karena telah memenangkan beberapa kuis.
Tidak. Tolong jangan berpikir seperti itu.
Saya hanya ingin berbagi sedikit 'tips' agar Allah menambah nikmat kita. Bahwa apa yang saya alami beberapa hari ini juga bisa anda semua alami juga, nikmat yang ditambah dan kebahagian yang membuncah dan yang terpenting, kedekatan kepada Allah.


~468 kata~



Minggu, 12 Januari 2014

Hari #12: Jangan sombong!

Bismillahirrahmanirrahim...

وَلاَ تُصَعِّرْ  خَدَّكَ لِنَّاسِ وَلاَ تَمْشِ فِى اْلاَ رْضِ نَرَحًا. اِنَّ اللّٰهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَا لٍ فَخُوْرٍ  ( ١٨).

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman ayat 18).

Sebenarnya apakah arti dari sombong?
Menurut hadits shohih, Rasulullah menyatakan bahwa sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.

Menolak kebenaran adalah dengan menolak dan berpaling darinya serta tidak mau menerimanya.
Sedangkan meremehkan manusia yakni merendahkan dan meremehkan orang lain, memandang orang lain tidak ada
apa-apanya dan melihat dirinya lebih
dibandingkan orang lain. (Syarh Riyadus Shaalihin).

Seperti telah kita ketahui bahwa iblis diusir dari surga karena kesombongannya.
Allah menyuruh iblis untuk bersujud kepada Adam a.s. namun iblis menolaknya karena merasa dirinya lebih baik daripada Adam a.s.

Saat manusia memiliki harta, kekayaan, pangkat, jabatan, ilmu, kecerdasan, dan kelebihan-kelebihan lain, maka manusia mudah sekali tergelincir dalam penyakit hati yang satu ini.
Padahal semuanya murni hanyalah nikmat dari Allah Ta’ala. Jika Allah berkehendak, sangat mudah bagi Allah untuk mencabut kelebihan-kelebihan tersebut. Pada hakekatnya manusia tidak memiliki apa-apa, lantas mengapa dia harus sombong terhadap orang lain?

Fir’aun raja Mesir yang sombong, saat ini telah menjadi mayat yang tidak berdaya. Alexander the Great atau Iskandar Agung yang kerajaannya meliputi sebagian Afrika, Eropa, dan Asia saat ini tinggal tulang-belulang belaka. Hitler yang dulu ditakuti juga telah tiada, begitu pula dengan musuh-musuhnya.
Hanya Allah Maha Perkasa yang tetap kekal dan hidup abadi selama-lamanya.
Lalu apa yang membuat manusia pantas untuk merasa sombong?

Ada juga orang yang sombong karena wajahnya yang cantik dan rupawan. Padahal ketika tua, maka mukanya akan jelek dan keriput. Ketika sudah dikubur, maka wajahnya hanya akan tinggal tulang tengkorak belaka.
Pantaskah manusia untuk bersikap sombong?

Lalu apa yang dapat menangkal manusia dari kesombongan?
Ibnul Qayyim menyatakan bahwa kalimat

ﻭﺇﻳّﺎﻙَ ﻧَﺴْﺘَﻌﻴﻦ
(dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan) akan menangkal kesombongan.

Menyadari bahwa sejatinya manusia adalah makhluk yang lemah dan karena kelemahan manusia itulah dia akan senantiasa membutuhkan pertolongan. Kepada siapa lagi manusia akan memohon pertolongan kalau bukan kepada Allah?

Saya menulis tentang kesombongan bukan berarti saya adalah orang yang bersih dari sifat ini. Justru orang pertama yang ingin saya 'sentil' dari tulisan ini tidak lain adalah diri saya sendiri.

Semoga Allah menghindarkan kita semua dari segala penyakit hati yang hanya akan merusak amalan kita dan bahkan menjerumuskan kita kedalam neraka.
Aamiin.


~416 kata~







Jumat, 10 Januari 2014

Hari #11: Menang kuis :)

Bismillahirrahmanirrahim...

ﻭَﻳَﺮْﺯُﻗْﻪُ ﻣِﻦْ ﺣَﻴْﺚُ ﻟَﺎ ﻳَﺤْﺘَﺴِﺐُ ﻭَﻣَﻦ يَّتَوَﻛَّﻞْ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻬُﻮَ 
ﺣَﺴْﺒُﻪُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺑَﺎﻟِﻎُ ﺃَﻣْﺮِﻩِ ﻗَﺪْ ﺟَﻌَﻞَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻜُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪْﺭًﺍ  ( ٣)

"Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS. Ath-Thalaq ayat 3).

Bulan lalu saya gencar sekali mengikuti kuis di twitter. Mulai dari kuis berhadiah pulsa, novel, sampai voucher belanja.
Dan parahnya, saya menganggap kuis itu sebagai hal yang serius, saya mengikuti banyak sekali kuis dalam beberapa hari itu. Karena saya menganggap kuis sebagai hal yang serius, saat saya mengecek daftar mention twitter  saya dan tidak ada satupun penyelenggra kuis yang menyebutkan nama saya sebagai pemenang, saya menjadi sangat kecewa.

Kemudian saya meninggalkan dunia kuis di twitter dan konsen pada membuat cerpen yang akan saya ikutkan kompetisi di sebuah penerbit besar. Dan saya memutuskan bahwa mungkin jalan rezeki saya tidak berada di jalur per-kuis-an.

Lalu, saat saya sudah hampir melupakan soal kuis, saya menemukan nama saya disebutkan oleh salah satu penyelenggara kuis dimana bulan lalu saya mengikuti kuisnya.

Saya sangat tidak menyangka akan menjadi salah satu pemenangnya karena banyak sekali yang menjadi peserta kuis itu. 
 
Saat saya menyerah di dunia kuis dan fokus pada hal lain, Allah memberi rezki dari arah yang sama sekali tidak saya sangka. Saya senang sekali karena inilah pertama kalinya saya menang kuis :)

Sama seperti kehamilan ketiga saya ini, datang disaat saya merasa belum siap, benar-benar tidak saya sangka.
Begitu pula saat saya mengirimkan naskah cerpen untuk ikut kompetisi di salah satu penerbit besar dan ternyata lolos yang kemudian diterbitkan menjadi antologi.
Saya juga masih ingat saat saya dan yayah -suami saya- berusaha keluar dari Bali, melamar pekerjaan kesana kemari namun semuanya tidak merespon, namun akhirnya tawaran pekerjaan di Batam datang setelah kami benar-benar pasrah dan berhenti melamar pekerjaan.

Bagi saya, karunia Allah selalu datang dari arah dan disaat yang tidak kami sangka-sangka.
Saya selalu percaya bahwa Allah memiliki cara dan waktu yang tepat untuk mengabulkan do'a.
Cara dan waktu yang terbaik untuk kita, dan tidak kita sangka-sangka, karena Allah Yang Maha Tahu.


~371 kata~


Hari #10: Never give up

Bismillahirrahmanirrahim...

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٥) اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٦)

"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Asy Syarh ayat 5-6).

Ini juga merupakan salah satu ayat favorit saya :)
Pegangan disaat saya lemah atau nyaris putus asa saat ditimpa masalah.

Tahun 2006, saya divonis terkena kista indung telur.
Saya terlambat menyadari 'kehadirannya' hingga kista itu sudah terlanjur membesar dan mengakibatkan saya harus segera dioperasi. Bukan hanya itu, karena sudah akut, kista yang menempel di indung telur saya harus segera diangkat bersama indung telur yang ditempeli kista itu.

Shock. Takut. Khawatir. Dan berbagai macam perasaan gundah gulana bermunculan serentak.

Kemudian saya memberanikan diri untuk menjalani operasi pengangkatan kista dengan dukungan dari orang tua dan pacar -yang kini saya panggil dengan sebutan yayah-.

Setelah keluar dari rumah sakit pasca operasi, yayah -yang waktu itu statusnya adalah pacar saya- melamar saya padahal saya masih belum sembuh benar.

Meski dihadapkan pada kenyataan bahwa kemungkinan saya akan menjadi wanita yang kurang subur dengan satu indung telur yang saya miliki, pernikahan itu berlangsung lancar di tahun 2007.

Dan ketakutan terbesar saya, bahwa saya mungkin saja tidak subur, musnah saat saya hamil dan melahirkan Aria di tahun 2008. Anak pertama kami yang berjenis kelamin laki-laki.

Subhanallah.. Saya merasa Allah benar-benar menyayangi saya.
Dan kebenaran ayat tersebut terbukti pada saya. Bersama kesulitan ada kemudahan.

Dan kuasa Allah tidak berhenti disitu.
Kemudian kekhawatiran saya yang lain muncul, yaitu saat saya mengetahui mitos bahwa jika wanita hanya punya satu indung telur, maka jika anak pertamanya laki-laki, maka anak kedua dan seterusnya adalah laki-laki.

Namun dengan kuasa Allah, mitos itu terpatahkan. Di tahun 2012 saya melahirkan anak perempuan.
Bahkan kini saya sedang mengandung anak ketiga kami.

Saya benar-benar bersyukur atas semua rezeki yang Allah limpahkan kepada kami.
Jadi jangan pernah menyerah karena janji Allah pasti benar adanya.



Hari #9: Bersholawatlah

Bismillahirrahmanirrahim...

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓءِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ٠ يٰٓاَيُّهَا الَّدًيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ( ٥٦)

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan oenuh penghormatan kepadanya." (QS. al Ahzab ayat 56).

Shalawat dari Allah bearti memberi rahmat, dari malaikat berarti memohonkan ampunan, dan kalau dari orang-orang mukmin berarti berdoa agar diberi rahmat, seperti dengan perkataan "Allahumma shalli 'alaa Muhammad."

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 

ﺃَﻛْﺜِﺮُﻭﺍ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ ﻋَﻠَﻲَّ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﻭَﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺍﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ، ﻓَﻤَﻦْ ﺻَﻠَّﻰ ﻋَﻠَﻲَّ ﺻَﻼَﺓً ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻋَﺸْﺮًﺍ.

“Perbanyaklah kalian membaca shalawat kepadaku pada hari dan malam Jum’at, barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Al-Baihaqi (III/249) dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, sanad hadits ini hasan.)

Nah, karena hari ini adalah hari Jum'at, maka marilah kita memperbanyak bacaan sholawat kepada Rasulullah sebanyak-banyaknya.
Bukankah jika kita mencintai seseorang, kita akan sering menyebut namanya?
Jadi kalau kita mengaku sebagai umat Rasulullah dan mengaku mencintai beliau, bersholawatlah.

Lalu bagaimana sholawat yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah?

Di antaranya adalah bacaan yang kita baca dalam tahiyat akhir saat sholat.

ﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻛَﻤَﺎ ﺻَﻠَّﻴْﺖَ ﻋَﻠَﻰ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢَ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢَ ﺇِﻧَّﻚَ ﺣَﻤِﻴْﺪٌ ﻣَﺠِﻴْﺪٌ، ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺑَﺎﺭِﻙْ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ وَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻛَﻤَﺎ ﺑَﺎﺭَﻛْﺖَ ﻋَﻠَﻰ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢَ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢَ ﺇِﻧَّﻚَ ﺣَﻤِﻴْﺪٌ ﻣَﺠِﻴْﺪٌ.

“Ya Allah, berikanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahamulia. Ya Allah, berikanlah berkah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Maha-mulia.” (HR. Bukhori).

Namun dalam bersholawat juga ada aturannya. Diantaranya adalah dengan tidak berlebihan dalam memuji Rasulullah karena hal itu termasuk sifat Ghuluw (berlebih-lebihan) seperti yang telah disabdakan Rasulullah.

“Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku, sebagai-mana orang-orang Nasrani telah berlebih-lebihan memuji ‘Isa putera Maryam. Aku hanyalah hamba-Nya, maka kata-kanlah, ‘‘Abdullaah wa Rasuuluhu (hamba Allah dan Rasul-Nya)." (HR. Bukhori no. 3445).

~340 kata~





Rabu, 08 Januari 2014

Hari #8: Kisah Uwais Al Qarni yang menggendong ibunya naik haji

Bismillahirrahmanirrahim...

ﻭَﻗَﻀَﻰٰ ﺭَﺑُّﻚَ ﺃَﻟَّﺎ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭﺍ ﺇِﻟَّﺎ ﺇِﻳَّﺎﻩُ ﻭَﺑِﺎﻟْﻮَﺍﻟِﺪَﻳْﻦِ ﺇِﺣْﺴَﺎﻧًﺎ ۚ ﺇِﻣَّﺎ ﻳَﺒْﻠُﻐَﻦَّ ﻋِﻨْﺪَﻙَ ﺍﻟْﻜِﺒَﺮَ ﺃَﺣَﺪُﻫُﻤَﺎ ﺃَﻭْ ﻛِﻠَﺎﻫُﻤَﺎ ﻓَﻠَﺎ ﺗَﻘُﻞْ ﻟَﻬُﻤَﺎ ﺃُﻑٍّ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻨْﻬَﺮْﻫُﻤَﺎ ﻭَﻗُﻞْ ﻟَﻬُﻤَﺎ ﻗَﻮْﻟًﺎ ﻛَﺮِﻳﻤًﺎ  ( ٢٣).

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.
Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al Isra' ayat 23).

Kali ini saya akan bercerita tentang Uwais Al Qarni. Seorang wali Allah yang namanya terkenal di langit, namun tidak dikenal di bumi.

Uwais Al Qarni hidup di zaman setelah Rasulullah wafat.
Namun Rasulullah pernah bercerita tentang Uwais Al Qarni kepada sayyidina Umar dan sayyidina Ali tanpa pernah bertemu dengan Uwais Al Qarni, kemudian Rasulullah berpesan kepada mereka, "Jika kamu bisa meminta kepadanya untuk memohonkan ampun (kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala) untukmu, maka lakukanlah!”.

Lantas, apa istimewanya seorang Uwais Al Qarni hingga Rasulullah sendiri meminta kedua sahabatnya untuk dimintakan ampunan kepada Allah melalui perantara Uwais Al Qarni?
Apa yang menyebabkan do'a Uwais Al Qarni begitu dimakbulkan oleh Allah?

Uwais Al Qarni adalah seorang pemuda dari Yaman yang tinggal berdua dengan ibunya yang sudah tua renta, lumpuh dan buta. Ayahnya sudah lama meninggal.
Uwais Al Qarni adalah pemuda yang bukan hanya taat beribadah namun juga taat kepada ibunya.

Apa yang menjadi pinta ibunya, dia pasti akan segera melaksanakannya. Termasuk saat ibunya meminta naik haji.

Uwais Al Qarni hanyalah pemuda yatim yang miskin, jadi saat ibunya meminta naik haji, pikirannya menjadi kalut karena untuk naik haji membutuhkan perbekalan dan kendaraan, sedangkan unta saja mereka tidak punya. Namun Uwais Al Qarni tidak ingin mengecewakan ibunya.

Maka Uwais Al Qarni pun mencari cara untuk mengabulkan permintaan ibunya.
Lalu muncullah ide yang aneh.
Uwais Al Qarni membuatkan sebuah kandang di puncak bukit untuk seekor anak lembu miliknya.
Untuk memberi makan dan mengembalikan lembu ke kandang, Uwais Al Qarni harus menggendong lembu itu naik-turun bukit.
Hal itu dilakukannya setiap hari selama delapan bulan.

Saat musim haji tiba, lembu Uwais Al Qarni telah berbobot 100 kg, dan tubuh Uwais Al Qarni sendiri menjadi lebih berotot dan lebih kuat akibat latihannya menggendong lembu naik-turun bukit setiap harinya selama delapan bulan.
Lalu apa tujuan Uwais Al Qarni berbuat demikian?

Ternyata latihan itu bertujuan untuk melatih tubuhnya untuk mampu menggendong ibunya selama melakukan perjalanan jauh.

Kemudian berangkatlah Uwais Al Qarni dan ibunya untuk menunaikan ibadah haji.
Uwais Al Qarni menggendong ibunya yang tua renta itu sambil berjalan kaki selama perjalanan dari Yaman menuju Mekkah, melewati padang pasir yang tandus dan panas.

Bakti Uwais Al Qarni kepada ibunya dan ketaatannya dalam beribadah kepada Allah membuat sosok Uwais Al Qarni begitu istimewa.
Do'a-do'anya langsung dimakbulkan oleh Allah.

Semoga sekelumit kisah ini dapat menginspirasi kita untuk semakin menyayangi orang tua dan tidak menyia-nyiakan mereka khususnya dimasa tua mereka.

~498 kata tanpa judul~


Selasa, 07 Januari 2014

Hari #7: Ayat favorit saya

Bismillahirrahmanirrahim...

وَعَسٰىٓ اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْءًا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْءًا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ٠ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ ( ٢١٦).
"Dan boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al Baqarah ayat 216).

Ini adalah salah satu ayat favorit saya. Saat harus bertahan dan bersabar dengan apa yang Allah pilihkan buat saya, atau harus mengikhlaskan sesuatu untuk tidak lagi jadi milik saya.

Di tahun 2007, setelah saya menikah, saya langsung diboyong oleh yayah -suami saya- ke Bali. Sebelum menikah, yayah sudah bekerja dan tinggal disana lebih dulu.
Awalnya memang sangat menyenangkan tinggal di Bali, namun lama-lama rasa jenuh dan ketidakcocokan adat dan budaya membuat kami tidak betah lagi tinggal di Bali.

Lalu yayah mulai mencari pekerjaan di luar pulau Bali. Melamar kesana kesini.
Bahkan dua kali berturut-turut mengikuti tes CPNS. Namun semuanya tidak membuahkan hasil. Surat lamaran yang dikirimkan yayah ke berbagai perusahaan tidak memberikan respon apapun. Begitu juga dengan CPNS yang bahkan langsung gugur di seleksi awal, administrasi.

Dua tahun kami berusaha, ber ikhtiar maksimal dan berdo'a dengan sungguh-sungguh.
Kami bertahan dan bersabar dengan keputusan yang Allah pilihkan untuk kami.
Kami berusaha untuk selalu khusnudzon, berprasangka baik, bahwa ada rencana yang lebih indah yang sedang Allah siapkan untuk kami. Yang harus kami lakukan hanya bersabar dan menunggu waktu yang tepat hingga Allah mengabulkan do'a kami dengan cara-Nya.

Kami lalu pasrah. Yayah berhenti mencari-cari lowongan pekerjaan ditempat lain dan kami berusaha menikmati hidup kami apa adanya. Dan saat kami berusaha pasrah dan ikhlas dengan keadaan kami, saat itulah do'a kami terjawab.

Salah satu teman yayah di Batam menawari yayah pekerjaan ditempatnya bekerja. Yayah kemudian terbang ke Batam untuk interview, lalu akhirnya diterima dan kemudian kami pindah ke Batam.

Alhamdulillah kehidupan kami membaik. Dari segi financial maupun emosi.
Hingga sekarang kehidupan kami terasa lancar dan bahagia.
Subhanallah. Betapa kami ini manusia yang tidak tahu apa-apa, dan hanya Allah-lah Yang Maha Tahu.
Rencana Allah bagi kami memang sangat indah, harus menunggu beberapa lama agar kami bisa merasakan manisnya sebuah kesabaran, dan kami sangat bersyukur atas hal itu.

~365 kata~