Jumat, 28 Juni 2013

Belanja Online? Aku banget!

Membahas soal belanja online, saya termasuk orang yang doyan belanja online. Biasanya sekali atau dua kali sebulan saya biasa bertransaksi secara online sebagai pembeli.

Dan alhamdulillah dengan frekuensi berbelanja online yang bisa dibilang cukup sering itu, saya belum pernah tertipu *amit amit, jangan sampe deh kena tipu :(

Awal kali saya berbelanja online adalah di awal tahun 2011.
Saya berkunjung kerumah salah satu teman saya. Dirumahnya ada banyak sekali koleksi komik. Dan saya sengaja datang kerumahnya untuk meminjam beberapa judul koleksi komiknya.

Lama-lama saya sungkan juga terlalu sering meminjam komik teman saya.
Lalu saya memutuskan untuk mulai mengoleksi komik juga.
Hal tersulit adalah mendapatkan ijin suami untuk berbelanja online.

Kami sama- sama belum pernah berbelanja online, karena itu suami saya merasa tidak aman berbelanja secara online.
Saya pun mengerahkan segenap kemampuan saya untuk meyakinkan suami bahwa banyak teman- teman saya yang menjadi bukti nyata betapa amannya berbelanja online.

Akhirnya suami luluh juga. Tapi suami memberi syarat kalau pembeliannya tidak boleh lebih dari seratus ribu rupiah, karena ini adalah kali pertama saya belanja online jadi kalaupun harus kecewa tidak terlalu besar nominalnya.
Dan saya pun menyetujuinya.

Karena saya aktif di facebook, maka langkah pertama saya adalah window shopping di facebook.

Saya bergabung dengan grup tentang komik di facebook jadi sedikit banyak saya tahu online shop mana yang terpercaya.

Dan pilihan saya jatuh kepada Dojo Comic.
Saya tidak langsung berbelanja, tapi saya mengamati terlebih dahulu bagaimana aktifitas dojo comic itu.

Saya lihat di wall nya banyak sekali testimoni dari pembelinya dan adminnya pun sangat aktif.
Bahkan dari yang saya baca, dojo comic punya beberapa admin dengan tugasnya masing- masing, ada admin yang khusus menangani packing dan pengiriman, ada admin yang khusus menangani orderan di inbox, ada admin yang khusus memfoto dan mengupload stok komik baru.
Wah, sungguh profesional dan dagangannya laris manis, begitu pikir saya waktu itu.

Saya pun jadi tahu kalau dojo comic punya jadwal khusus untuk upload stok baru mereka. Yaitu setiap senin jam 11 siang.
Dan saya baru tahu kalau persaingan untuk mendapatkan komik yang baru di upload di dojo comic sangatlah berat.
Siapa yang pertama komen di masing- masing foto komik, dialah yang berhak mendapatkannya. Siapa cepat, dia yang dapat. Bahkan sampai ada waiting list nya segala.
Seru sekali.

Akhirnya saya pun stand by di hari senin jam 11 siang. Siap menunggu stok komik baru.
Saya berhasil komen di beberapa komik incaran saya, saya catat judul apa saja, lalu saya bawa daftar komik saya ke inbox.
Setelah itu admin membalas inbox saya, memberikan jumlah total yang harus saya transfer beserta ongkos kirimnya.
Admin memberikan nomor rekening mereka, saya transfer, konfirmasi via inbox, lalu mereka langsung mengirimkan pesanan saya.

Untuk membuktikan tidak ada tipuan, setelah paket terkirim, admin dojo comic memberikan nomor resi dari ekspedisi paketan saya.
Dari nomor resi itu saya bisa tracking ke website ekspedisi yang saya gunakan, untuk memantau sampai dimana keberadaan paketan saya.
Alhamdulillah, tiga hari setelah barang dikirim, pesanan komik saya akhirnya datang juga.
Dan belanja online pertama saya sukses!

Selama berbelanja online, kebanyakan saya selalu lewat facebook. Karena menurut saya di facebook lebih mudah menilai online shop itu trusted seller atau tidak.
Caranya:
1. Amati aktifitas di wall nya.
Apakah admin/ sellernya aktif atau tidak? Apakah lebih banyak testimoni postif daripada complain nya?

2. Lihat album testimoni atau album kumpulan resi pengiriman paket.

3. Minta testimoni langsung ke orang yang pernah menjadi pembelinya.

Alhamdulillah selama ini saya belum pernah dikecewakan saat berbelanja online. Kalaupun kecewa itu karena saya tidak meminta foto dan deskripsi detil barang pesanan saya.

Saya termasuk pembeli yang cerewet. Karena saya akan meminta deskripsi detil barang pesanan saya.
Saya pun selalu meminta foto kondisi barang pesanan saya setelah di bungkus. Kenapa? Karena saya pernah menerima barang dengan kondisi pembungkus yang robek parah sampai isi dalam paket terlihat. Kalau saya punya foto kondisi barang sebelum dikirim dalam keadaan terbungkus rapi tapi barang saya terima dalam keadaan robek, artinya ekspedisinya melakukan pemeriksaan dengan prosedur menyobek pembungkusnya, dan saya tidak mau lagi menggunakan ekspedisi yang sama.

Di foto barang pesanan saya yang sudah terbungkus dan siap kirim, saya juga memeriksa alamat saya yang ditulis oleh penjual online shop.
Karena pernah penjual salah menulis alamat saya hingga kurir ekspedisinya tidak menemukan alamat saya dan membawa paketan saya ke kantornya. Untunglah nomor hp saya tidak salah tulis dan setelah ditelpon saya harus mengambil sendiri ke kantor ekspedisi. *capek deh*

Tapi sekarang saya mulai mengurangi frekuensi belanja online saya, karena bahkan sebelum harga BBM naik, ongkos kirim dengan menggunakan ekspedisi langganan saya sudah mengalami kenaikan, lumayan juga naiknya tiga ribu sampai lima ribu rupiah.
Karena saya berdomisili di Batam dan kebanyakan toko online shop langganan saya berdomisili di Jakarta, ongkos kirim yang biasanya tujuh belas ribu rupiah per kilonya, sekarang jadi dua puluh dua ribu rupiah per kilonya.
*kok jadi kayak pasar ya?*

Belanja online insyaaAllah aman kok. Asal kita teliti sebelum membeli, teliti terhadap penjual dan barangnya, serta nggak takut dibilang cerewet, cuek aja, seperti saya :p

Cerita ini diikutsertakan dalam Arrian's Giveaway
-Pengalaman Belanja Online-

2 komentar:

  1. Terima kasih sudah berpartisipasi dalam Arr Rian's Giveaway.

    Yes! Tercatat sebagai peserta :)

    BalasHapus