Sabtu, 29 Juni 2013

Kisah pilu SIM di dalam dompet

Apa sih isi di dalam dompet kita? Selain uang dan kartu identitas, dompet juga wajib berisi kartu keramat penangkal ditilang polisi (baca: SIM dan STNK), dan kartu penting lainnya (asal bukan Kartu Keluarga ya, karena nggak muat >.< ).

Kali ini saya akan menceritakan kisah pilu SIM di dalam dompet, lebih tepatnya SIM C milik suami saya.

Pagi hari adalah saat yang paling sibuk dirumah kami.
Saya menyiapkan sarapan, sedangkan suami sibuk nonton berita olahraga :p ,yang kemudian dilanjutkan dengan sibuk mempersiapkan diri untuk berangkat kerja.

Anak kedua kami, yang bernama Hana, masih berumur satu tahun, pagi itu ikut meramaikan kesibukan pagi kami.
Sedangkan anak pertama kami masih terlelap.

Kala itu saya masih sibuk di dapur, sedangkan suami saya sedang mandi, jadi si kecil sendirian di ruang tengah, menonton acara kartun.

Terasa aneh karena biasanya Hana akan cepat bosan kalau menonton tv, dan kalau sudah bosan dia akan merecoki saya di dapur. Pagi itu tidak. Hana tidak menyusul saya ke dapur.
Ah, pasti Hana lagi asyik nonton tv. Begitu pikir saya. Jadi saya pun melanjutkan acara memasak.

Saat suami saya selesai mandi dan menuju ke kamar untuk bersiap-siap tiba-tiba terdengar suara dari arah kamar.

"Ya Allah, Hanaaaaaa", kaget mendengar suara suami saya yang lumayan keras, saya pun buru- buru menuju sumber suara.

Ternyata isi dompet suami saya porak- poranda.
KTP, ATM, uang berceceran dimana-mana.
Secara refleks saya langsung membereskan semuanya, memasukkan kembali kedalam dompet.

Suami saya memeriksa lagi apakah ada yang hilang.
Ternyata SIM C nya tidak ada.
Sejak mempunyai mobil suami saya tidak pernah lagi mengendarai motor jarak jauh, tapi suami saya tetap menyimpan SIM C nya.
Setelah dicari- cari ternyata SIM C nya tersembunyi dibawah kipas angin, dalam keadaan patah.
Patah di bagian atas yang tertulis Surat Izin Mengemudi berwarna merah, dan potongan yang patah hilang.

Padahal dulu suami saya mengurus SIM C tanpa calo. Jadi merasakan sendiri serangkaian keruwetan proses pembuatan SIM. Tes tulis, praktek, ngantri dan sebagainya.
Kini SIM C hasil kerja keras itu teronggok tak berdaya, hiks :(

Sudah bisa dipastikan siapa pelakunya.

Hana memang sedang suka sekali menggigit sesuatu, giginya pun baru 6 buah.

Dan yaa... Kami maklum saja, toh salah kami juga menaruh dompet ditempat yang bisa dijangkau oleh Hana.

Alhamdulillah juga sih, yang patah adalah SIM C, yang sekarang tidak pernah dipakai oleh suami, dan bukannya SIM A.

Saya dan suami kemudian berdiskusi, kira- kira dengan kondisi SIM yang seperti itu masih berlaku tidak yaa??

Cerita ini diikutsertakan dalam Kinzihana's Giveaway.


Kategori: non fiksi

3 komentar:

  1. Aduh Hanaaaaa namanya kok mirip nama saya ya haha
    Bawa aja itu SImnya seperti biasa untuk emergency hihi
    Makasih ya Mak sudah berpartisipasi.

    BalasHapus
  2. wkwkwk itu si Hana, kuat banget ya giginya smpe patah SIM ayahnya! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru 6 biji loh padahal giginya :D

      Salam kenal ^^

      Hapus