ﺃُﺣِﻞَّ ﻟَﻜُﻢْ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡِ ﺍﻟﺮَّﻓَﺚُ ﺇِﻟَﻰ ﻧِﺴَﺂﺋِﻜُﻢْ ﻫُﻦَّ ﻟِﺒَﺎﺱٌ ﻟَّﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢْ ﻟِﺒَﺎﺱٌ ﻟَّﻬُﻦَّ ﻋَﻠِﻢَ ﺍﻟﻠّﻪُ ﺃَﻧَّﻜُﻢْ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺗَﺨْﺘﺎﻧُﻮﻥَ ﺃَﻧﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻓَﺘَﺎﺏَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﻋَﻔَﺎ ﻋَﻨﻜُﻢْ ﻓَﺎﻵﻥَ ﺑَﺎﺷِﺮُﻭﻫُﻦَّ ﻭَﺍﺑْﺘَﻐُﻮﺍْ ﻣَﺎ ﻛَﺘَﺐَ ﺍﻟﻠّﻪُ ﻟَﻜُﻢْ
Artinya: “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu”. (QS. Al-Baqoroh [2]:187)
Yang menjadi fokus dalam tulisan ini adalah kata “Libas” yang tersebut dalam ayat tersebut. Dalam ayat tersebut Allah swt. menyebut bahwa suami adalah Libas bagi istrinya dan istri juga adalah Libas bagi suaminya.
Kata “Libas” mempunyai arti penutup tubuh (pakaian), pergaulan, ketenangan, ketentraman, kesenangan, kegembiraan
dan kenikmatan.
Fungsi pakaian adalah untuk menutup aurat tubuh. Suami istri adalah pakaian bagi pasangannya. Dengan demikian, suami istri adalah penutup “aurat” (baca: aib) bagi pasangannya.
Fungsi pakaian juga sebagai perhiasan. Perhiasan adalah sesuatu yang indah dan berharga. Dengan memiliki dan atau
memandang perhiasan mendatangkan kesenangan, kepuasan dan kebahagiaan.
Suami adalah perhiasan bagi istrinya dan istri adalah perhiasan bagi suami. Suami indah dilihat istri dan juga sebaliknya. Suami merasa berharga bagi istrinya, dan pada saat yang sama suami menghargai istrinya. Demikian pula sebaliknya.
Yayah -suami saya- mewanti-wanti pada saya agar tidak menyebarkan aib rumah tangga, baik itu di dunia maya maupun dunia nyata, termasuk aib suami saya sendiri.
Begitu banyak status di facebook yang berisi keluhan istri terhadap suaminya. Entah itu meeting yang terlalu sering atau pulang kerja terlalu malam atau semacamnya.
Begitu pula saat ibu-ibu berkumpul, godaan untuk membicarakan aib suami sangatlah besar. Biasanya -namun tidak selalu dan tidak semua ibu-ibu- jika ibu-ibu sedang berkumpul, topik pembicaraan yang sering dibahas selain soal anak adalah soal suami.
Biasanya saat sedang bertengkar, saat sedang marah, aib pasangan sangat mudah terblow up keluar karena rasa emosi.
Mudah sekali tangan ini menulis curhatan-curhatan ke sosial media seperti facebook, yang ujung-ujung menceritakan aib pasangan. Juga saat marah, mudah sekali mulut ini menceritakan aib pasangan pada tetangga dekat atau sahabat kita sendiri, yang ujungnya juga sama, yaitu menceritakan aib pasangan.
Karena itulah suami istri harus segera menyelesaikan masalah rumah tangga yang timbul dan tidak membiarkannya berlarut-larut.
Sebagai penutup, saya kutipkan sebuah nasehat yang sangat bagus dari generasi salaf Ash Shalih, Abu Ad Darda radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata kepada Ummu ad Darda:
“Jika kamu melihat aku sedang marah maka maafkanlah aku, jika aku melihatmu dalam keadaan marah, maka aku memaafkan kamu, kalau tidak,
kita tidak akan bisa hidup bersama”.

Terima kasih sudha diingatkan. Banyak dijumpai nih di sosmed
BalasHapusSaya menulis postingan ini karena baru baca status yang semacam itu. Sedih bacanya.
Hapus