اِقْرَءْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَ ( ١) خَلَقَ ْاِلانْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (٢) اِقْرَءْ وَرَبُّكَ اْلاَكْرَمُ ( ٣) الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ( ٤) عَلَّمَ ْاِلانْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ( ٥)
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal arah,
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia,
4. Yang mengajar (manusia) dengan pena,
5. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
(QS. Al 'Alaq ayat 1-5).
Nggak nyangka, ternyata #1Hari1Ayat juga ada Special Challenge-nya.
Dan special challenge kali ini bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad.
Jadi tema #1Hari1Ayat Special Challenge adalah #RasulullahMyIdol.
Nah, untuk tema challenge kali ini, saya memutuskan untuk menulis tentang wahyu pertama yang diterima Rasulullah. Yaitu surat Al-'Alaq ayat 1-5.
Keterangan yang saya tulis ini bersumber dari buku Membaca Shirah Nabi Muhammad karya M. Quraish Shihab.
Saat wahyu pertama ini diterima, menurut penuturan Rasulullah sendiri, beliau dirangkul sedemikian keras oleh Malaikat Jibril sehingga beliau mencapai puncak keletihan, bahkan merasa mungkin itulah (proses awal) kematian. Beliau diperintahkan oleh Malikat Jibril agar membaca ( اِقْرَءْ ) Iqra'/Bacalah! kata Jibril. Rasulullah menjawab مَا ءَنَا بِقَا رِءٍ Aku tidak dapat membaca.
Setelah tiga kali diperintah demikian, barulah beliau berucap "Apa yang harus saya baca?" Lalu Jibril menyampaikan lima ayat pertama firman Allah pada Surat Al-'Alaq itu.
Beberapa pakar berkata bahwa rangkulan yang sedemikian keras dan selama tiga kali itu untuk menekankan pentingnya kandungan perintah, dalam hal ini membaca, dan oentingnya peristiwa yang terjadi atas beliau itu. Sejak saat itu hingga bertahun-tahun kemudian terjalinlah hubungan antara langit dan bumi yang selama sekian ratus tahun terputus.
Syaikh Al-Buthi mengemukakan bahwa apa yang dialami itu merupakan "kejutan" bagi Rasulullah karena tidak pernah terbayang dalam benak beliau bahwa beliau akan ditugaskan menjadi Nabi, dan bahwa wahyu itu bukanlah sesuatu yang bersumber dari dalam diri beliau, tapi semata-mata informasi yang datang dari luar diri beliau.
Pelukan malaikat yang demikian keras dan terulang tiga kali bertujuan menekankan sumber luar itu. Rasa takut itu juga membuktikan bahwa sumber peristiwa tersebut bukan dari dalam diri beliau.
Rasa takut yang dialami oleh Rasullah itu untuk menggambarkan bahwa para Nabi, walaupun mempunyai keistimewaan-keistimewaan dari segi spiritual, namun mereka tidak luput dari naluri kemanusiaan, seperti rasa takut tersebut. Memang tidak mungkin bagi seorang manusia untuk tidak merasa gentar atau takut ketika menghadapi untuk pertama kalinya hal-hal semacam itu.
Sungguh mengherankan perintah pertama Allah kepada Rasulullah dalam wahyu-Nya yang pertama, yakni Iqra' (Bacalah), padahal yang diperintah adalah seorang yang tidak pandai baca tulis. Namun demikian, keheranan itu segera sirna begitu menyadari bahwa membaca adalah tangga pertama menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Semoga sekelumit kisah dari turunnya wahyu pertama ini dapat menambah pengetahuan kita dan menambah kecintaan kita kepada Rasulullah.
Sholawat dan salam semoga tercurahkan untuk Rasulullah dan keluarga beliau.

Shollu 'alaihi wasallimu taslima :)
BalasHapusaku pengen banget ikut GA ini sebenarnya Mbak... tapi udah terlanjur ketinggalan lama banget >.<
He em, dirimu sudah ketinggalan jauh, ini sudah hari ke-15 >.<
BalasHapusMungkin lain kali yaa
Wah, terima kasih berbagi cerita ini. Alhamdulillah, dikaruniai kegemaran membaca :)
BalasHapus