"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir." (Al- Ma'arij: 19-21)
Hampir tiap hari, bahkan tiap saat kita selalu mendengar keluh kesah di tengah aktifitas kehidupan kita, keluh kesah yang kadang sangat erat hubungannya dengan kondisi jiwa dan iman yang sedang melemah.
Saat cuaca sedang panas mengeluh kepanasan, saat cuaca sedang hujan mengeluh kedinginan.
Saat diberi kenikmatan lalu melihat orang lain mendapat kenikmatan yang lebih maka akan kembali berkeluh kesah. Sungguh tidak ada rasa bersyukur terhadap nikmat Allah didalam hatinya, selalu saja berkeluh kesah.
Kemudian dia akan menceritakan kepada seluruh dunia tentang segala keluh kesahnya, seolah-olah dialah orang yang paling malang.
Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila mendapat kebaikan ia amat kikir.
Mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu untuk membeli pulsa akan sangat mudah dan ringan daripada bersedekah dengan nominal yang sama.
Ia mengira bahwa keberhasilan itu karena upaya dan jerih payahnya sendiri. Karena itu ia lantas bersikap kikir kepada orang lain, dan memonopoli kekayaan untuk pribadinya sendiri. Sehingga, jadilah ia sebagai tawanan bagi kekayaannya, dan menjadi budak bagi kerakusannya.
Begitulah sifat jelek manusia yang telah diterangkan dalam Al Qur'an. Sifat-sifat yang muncul karena kurang iman dalam diri. Suka berkeluh kesah dan kikir.
Lalu bagaimana solusinya agar diri ini terhindar dari sifat-sifat jelek itu?
Sifat pertama yaitu keluh kesah dapat dikikis dengan sholat, karena sholat merupakan sarana berkeluh kesah yang sesungguhnya, yaitu berkeluh kesah kepada Allah yang dapat menghilangkan kesedihan dan kedukaan sehingga
berubah menjadi kebahagiaan dan ketenangan. Karena Dia-lah satu-satunya penolong dan pelindung terbaik. Maka tumpahkanlah segala keluh kesahmu hanya kepada Allah semata.
Sifat kedua yaitu kikir, dapat dikikis dengan cara melatih diri untuk biasa berbagi dengan kelebihan yang Allah titipkan kepadanya. Perasaan dan kesadaran tentang adanya hak di
dalam hartanya untuk orang miskin adalah salah satu bentuk rasa syukur terhadap nikmat yang Allah berikan kepadanya.
Menanamkan dalam diri bahwa dengan bersedekah tidak akan membuat harta kita berkurang namun justru akan bertambah dan dilipatgandakan oleh Allah jika kita mengetahui matematika Allah.
Tulisan ini saya buat bukan karena ingin menasehati orang lain dan merasa diri saya sendiri sudah bersih dari sifat-sifat jelek diatas. Bukan. Tulisan ini saya buat karena orang pertama yang ingin saya ingatkan soal bahaya memiliki sifat-sifat tersebut adalah diri saya sendiri yang kadang lupa bahwa ada Allah sebagai tempat terbaik untuk berkeluh kesah dan kadang harus berpikir dua kali sebelum mengeluarkan sejumlah uang untuk bersedekah.
Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat khususnya untuk diri saya sendiri dan untuk orang lain yang membacanya.




Duh aku juga suka berkeluh kesah nih
BalasHapusMari sama-sama berbenah dengan mengurangi kebiasaan buruk itu :)
Hapus