Senin, 06 Januari 2014

Hari #6: Jalan rezeki bagiku sudah ditetapkan

Bismillahirrahmanirrahim...

وَمَا مِنْ دَآبَّةٍ فىِ الْاَرْضِ اِلاَّ عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَ عَهَا٠ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْن ٍ (   ٦)

"Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)." (QS. Hud ayat 6).

Di tahun 2013 kemarin, saya kembali menekuni minat menulis saya. Dimulai dengan membuat blog, join dengan komunitas menulis di social media, memgikuti beberapa tantangannya, lalu mengikuti berbagai giveaway, lalu akhir-akhir ini memberanikan diri untuk mengirimkan beberapa naskah cerpen saya untuk diikutkan kompetisi yang diadadakan oleh salah satu penerbit besar di Yogyakarta.

Kemudian saya juga ikut-ikutan beberapa teman untuk berburu hadiah kuis di twitter.
Pernah satu atau dua hari saya fokus bergelut dengan smartphone saya.
Berburu kuis dan spamming di twitter.
Banyak sekali kuis yang saya ikuti saat itu, mungkin lebih dari sepuluh kuis.
Saat itu kuota internet saya sudah habis. Dan kebetulan, operator kartu yang saya pakai menggratiskan penggunanya untuk tetap bisa aktif di twitter meski kuota telah habis.
Jadi sasaran saya saat itu adalah kuis yang berhadiah pulsa.

Setiap hari saya mengecek mention twitter saya, berharap nama saya keluar sebagai pemenang. Lama kelamaan saya menganggap kuis sebagai hal yang serius.
Tapi nihil. Dari sekian banyak kuis yang saya ikuti, tidak satupun menyebutkan nama saya sebagai pemenang.
Saya sangat terpukul. Bagaimana mungkin hal itu terjadi? Karena saya mengikuti begitu banyak kuis, dan menganggapnya serius, saya jadi berharap kesempatan saya untuk bisa menang di salah satu kuis menjadi lebih besar.
Tapi manusia hanya bisa berencana, ber-ikhtiar semampunya, tapi Allah-lah Yang Maha Kuasa.

Lalu saya teringat dengan naskah cerpen saya, tapi saya lupa kapan pengumuman pemenangnya akan diumumkan.
Maka saya langsung menuju ke akun twitter penerbit yang menyelenggarakan kompetisi itu.
Lalu mencari link daftar pemenang kompetisi yang saya ikuti. Dan alhamdulillah disana tertera nama saya bersama dengan ke-29 nama pemenang yang lain, yang karyanya akan segera diterbitkan menjadi sebuah novel antologi.

Lalu saya mulai bisa mengambil hikmahnya. Bahwa mungkin, rezeki saya ada pada menulis cerpen, bukannya pada kuis di twitter. 
Mungkin itulah yang berusaha untuk disampaikan Allah pada saya.
Saya harus banyak bersyukur, karena meski saya gagal di kuis, saya bisa berhasil menang di kompetisi yang lain.
Dia-lah Yang Maha Tahu apa-apa yang terbaik untuk saya.

Kini saya lebih fokus dalam menulis cerpen untuk saya ikutkan di kompetisi di penerbit yang sama, karena banyak sekali event kompetisi menulis yang diadakan oleh penerbit itu.
Karena mungkin saja, rezeki saya ada disitu.

Saya juga masih mengikuti beberapa kuis di twitter di waktu senggang saya. Tapi kini saya tidak menganggapnya sebagai suatu hal yang serius, saya hanya ingin mencoba peruntungan saya lagi, dan hasilnya masih juga nihil :D
Jika dulu saya kecewa dan sedikit sakit hati saat nama saya tidak di mention oleh penyelenggara kuis, kini saya bisa melihat daftar mention sambil tersenyum saat nama saya tidak disebutkan oleh satu pun penyelenggara kuis :)

~495 kata~



Tidak ada komentar:

Posting Komentar