Selasa, 28 Januari 2014

Hari #28: Saya tersentuh

Bismillahirrahmanirrahim...


"Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar Rahman ayat 29-30).

Ketika mencari-cari akan membahas ayat yang akan saya jadikan bahan hari ini, tiba-tiba saya membaca 2 ayat dr Ar Rahman ini.
Sungguh, saya tersentuh, hati saya bergetar.
Betapa Maha Besarnya Allah yang menampung dan mendengarkan setiap do'a dari seluruh makhluk-Nya yang ada di langit maupun di bumi.
Bahkan do'a-do'a remeh yang sepele, yang jika saya ceritakan kepada sesama manusia pasti akan dicuekin atau diremehkan, tapi tidak dengan Allah. Dia akan mendengarkan setiap keluh kesah saya, dari yang sepele hingga yang membuat air mata membanjir.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Saat Hana, anak kedua saya yang super aktif itu, membuat saya kewalahan dan kelelahan dengan segala tingkah polahnya, saya sering kali mengeluh, kenapa Hana tidak seperti anak perempuan yang lain? Yang manis, pendiam dan tidak banyak tingkah.
Begitulah, saat hati dan pikiran saya menyempit, yang terlihat dimata saya hanyalah kekurangan Hana.
Tapi saat saya melapangkan hati, membuka mata dan pikiran, yang saya lihat adalah betapa anak-anak seusia Hana masih banyak yang belum lancar berjalan, sedang Hana sudah berlari dan melompat kesana kemari. Dan kemudian terlihatlah kelebihan-kelebihan Hana yang lain.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Setiap hari saya selalu dipusingkan dengan pertanyaan saya sendiri, mau masak apa ya hari ini?
Sedangkan orang lain pun dipusingkan dengan pertanyaan lain, apa yang bisa dimakan hari ini? Bisakah hari ini saya makan setelah kemarin puasa seharian karena tidak ada makanan?
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

FABIAYYI AALAA 'IRAABIKUMAA TUKADZDZIBAANN.
Ayat ini diulang sebanyak 31 kali dalam surat Ar Rahman, hal ini menandakan ada yang ingin Allah sampaikan kepada kita. Bahwa sejatinya manusia itu bersifat pelupa dan Allah mengulang-ulang ayat itu supaya manusia selalu ingat untuk bersyukur. Bahwa disetiap kesempitan, pasti akan ada hikmah yang patut kita syukuri.






2 komentar:

  1. cari kelebihan anak ya mbak jangan hanya kekurangannya. Anakku juga termasuk yang aktif dulunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, sedang terus berusaha utk melihat kelebihan anak, bukan hanya kekurangannya. Tapi klo pas lagi capek-capeknya, yaa.. Gitu, deh :(

      Hapus